30 Mar 2020
  |  
Dilihat : 374 kali

Antrean Elektronik Mudahkan Peserta JKN-KIS Selama Masa Social Distancing

Narasumber : Nachsan

Mamuju, Jamkesnews - Penyebaran wabah corona virus disease (Covid-19) telah menyebar masif hampir ke seluruh wilayah di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Mamuju. Pemerintah Kabupaten Mamuju pun mengimbau masyarakat untuk berdiam diri di rumah, mengurangi aktivitas di luar, dan melakukan social distancing untuk memutus penyebaran Covid-19.

BPJS Kesehatan Cabang Mamuju mengarahkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk menggunakan antrean elektronik sebagai salah satu upaya social distancing. Salah satu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang mendukung hal tersebut adalah Puskesmas Rangas Mamuju. Hal tersebut mulai diterapkan sebagai langkah untuk meminimalisir penyebaran dan penularan Covid-19 bagi peserta JKN-KIS serta pegawai di fasilitas kesehatan.

“Hal tersebut kami terapkan untuk menindaklanjuti ketentuan social distancing dalam masa pandemi wabah Covid-19 ini,” ujar Kepala Puskesmas Rangas Mamuju, Nachsan, Senin (30/03).

Nachsan menjelaskan bahwa instansinya juga telah mengedukasi peserta untuk mendaftar online melalui aplikasi Mobile JKN, memanfaatkan fitur antrean elektronik yang tersedia, sehingga peserta tidak perlu lama antre dan berkumpul dengan orang banyak saat di Puskesmas serta dapat mengetahui kepastian waktu tunggu layanan.

“Semua demi keamanan dan keselamatan bersama. Kami harap peserta dan masyarakat juga turut membantu upaya pemerintah untuk melakukan social distancing agar COVID-19 segera terkendali. Salah satunya dengan memanfaatkan fitur antrean elektronik ini,” harapnya.

Dewi (38), peserta JKN-KIS yang baru mencoba menggunakan fitur antrean elektronik, mengaku merasa sangat aman dan dimudahkan ketika harus berobat ke Puskesmas. Ia cukup mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN sedari rumah dan adanya kepastian tunggu layanan sehingga tidak berlama lama lagi di Puskesmas.

“Sangat bagus penerapan ini, bisa mencegah penularan wabah Covid-19 dan menjaga diri saya dari wabah tersebut. Saya tadi daftar dari rumah, melihat berapa lama lagi kira-kira saya akan dilayani dan bisa mengatur waktu saya ke Puskesmas sehingga pada saat sampai di sana, saya hanya menunggu sekitar 3 menit langsung dilayani," ungkapnya