23 Mar 2020
  |  
Dilihat : 11 kali

Program JKN-KIS Sebagai Wadah Pembelajaran Siswo

Narasumber : Siswo Atmojo

Tigaraksa, Jamkesnews – Siswo Atmojo (39) merupakan salah satu peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Perhitungan iuran untuk peserta PPU sebesar 5% dari gaji atau upah yang diterima setiap bulannya dengan pembagian 1% dibayarkan oleh penerima kerja dan 4% dibayarkan oleh pemberi kerja.

“Setiap bulannya gaji saya dipotong oleh perusahaan untuk pembayaran iuran JKN-KIS. Begitu juga dengan istri saya, karena kami sama-sama bekerja. Memang sesuai dengan peraturan yang berlaku seperti itu,” kata Siswo kepada Jamkesnews saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa, Kamis (19/03).

Ayah dari satu orang putri ini sangat mengapresiasi kehadiran Program JKN-KIS di Indonesia. Menurutnya, program ini menjadi salah satu wadah pembelajaran bagi masyarakat. Melalui program ini kita diajarkan bagaimana bergotong royong, menabung, beramal, dan peduli terhadap orang lain.

“Saya belum pernah menggunakan kartu JKN-KIS saya untuk berobat. Saya merasa beruntung karena iuran yang saya bayarkan dapat membantu orang lain yang membutuhkan. Itulah mengapa saya merasa melalui Program JKN-KIS ini saya belajar bagaimana beramal dan peduli terhadap orang lain,” jelas Siswo.

Siswo bersyukur karena masih diberikan nikmat sehat oleh Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga ia tidak perlu memanfaatkan Program JKN-KIS untuk perawatan. Ia pun membagikan tips pola hidup sehat. Pertama, makanlah makanan sehat dan halal serta banyak minum air putih. Kedua, jika mampu, jalankan puasa sunah Senin-Kamis. Ketiga, rutin olahraga meskipun sederhana, misalnya berjalan kaki. Keempat, istirahat yang cukup. Ia merasa dengan menjaga kesehatan, ia turut bergotong royong membantu biaya orang-orang yang sedang sakit melalui iurannya.

Sebelum kehadiran Program JKN-KIS di Indonesia, Siswo pernah merasakan bagaimana ia harus mengeluarkan uang dari kantongnya yang jumlahnya lumayan besar untuk perawatan di rumah sakit. Uang yang biasanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun terpaksa dipakai. Dengan adanya Program JKN-KIS ini, Siswo juga menjadikan partisipasinya dalam program ini sebagai bentuk menabung. Jika suatu hari ia mendapat nikmat sakit, ia dapat memanfaatkan program ini untuk berobat.

“Program JKN-KIS ini adalah program yang baik. Bagi saya, untuk sesuatu yang baik, wajib kita perjuangkan. Jika tidak diperjuangkan, maka yang buruk yang akan menang. Jadi, seluruh bangsa Indonesia harus berjuang bersama agar Program JKN-KIS ini terus ada untuk membantu orang-orang yang sedang sakit. Harapannya program ini langgeng jaya,” tutup Siswo. (RD/po)