16 Mar 2020
  |  
Dilihat : 15772 kali

SENYUM MANIS BERKAT PROLANIS

Narasumber : Farni (56)

Bima, Jamkesnews – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada pesertanya dalam menjaga dan merawat kesehatannya. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (prolanis) merupakan salah satu inovasi BPJS Kesehatan yang bekerjasama dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya yang efektif dan efisien bagi penderita penyakit kronis.

Adapun kegiatan yang dilakukan prolanis ini antara lain; edukasi kesehatan, senam sehat,  dan pemeriksaan kesehatan rutin yang dilakukan tiap bulannya. Kegiatan ini juga wujud nyata dari upaya promotif preventif yang dilakukan BPJS Kesehatan sebagai bagian dari Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Farni (56) adalah salah satu peserta prolanis yang rutin mengontrol kesehatannya, ia menceritakan pengalamannya memanfaatkan JKN-KIS kepada tim Jamkesnews yang ditemui di kediamannya di Kelurahan Santi, Kota Bima (10/3).

“Sudah empat tahun saya terdaftar sebagai Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan saya sering gunakan kartu JKN-KIS untuk kontrol kesehatan di dokter keluarga. Alhamdulillah selama berobat saya tidak pernah dipersulit,” jelasnya.

Sejak didiagnosa Diabetes Melitus (DM), Farni disarankan oleh dokternya untuk mengikuti prolanis. Prolanis sendiri dapat diikuti oleh peserta yang memiliki riwayat penyakit Diabetes MelitusHypertensi, atau diagnosa lain dalam Program Rujuk Balik (Jantung, Asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), epilepsi, stroke, schizophrenia, dan Systemic Lupus Erythematosus (SLE).

“Banyak manfaat yang saya dapatkan dari prolanis, seperti saya rutin mengecek gula darah, senam sehat dan juga diberikan edukasi tentang penyakit DM ini,” ungkapnya.

Ia mengajak peserta JKN-KIS yang memiliki riwayat penyakit sama seperti dirinya untuk mengikuti prolanis, karna program ini sangat membantu dan bermanfaat.

Tidak lupa juga ia mengimbau peserta untuk membayar iuran rutin paling lambat tanggal 10 setiap  bulannya agar status kepesertaannya selalu aktif dan bisa digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Saya berharap program ini terus berlanjut, karena banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan, yang penting kita mau mencari tahu dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan,” tutup Farni. (dh/ic)