07 Feb 2020
  |  
Dilihat : 38 kali

JKN-KIS Ringankan Pengobatan Di Usia Senja

Narasumber : Muhtar, 66 Tahun

Bulukumba, Jamkesnews – Musibah yang dialami Muhtar (66) cukup unik tapi tidak menutup kemungkinan bisa dialami oleh semua orang. Di usianya yang menjelang senja, ia tengah mengisi hari-harinya dengan menggembalakan sapi peliharaannya di sawah, sementara sang anak telah merantau di Kota Kendari dan hidup bersama anak beserta istrinya di sana.

Tidak diduga pada tanggal 5 Februari 2020, ketika ia bermaksud mengandangkan sapi-sapinya saat sore tiba, seekor sapinya tiba-tiba hilang kendali, berontak tak tentu arah. Ditemui di ruang perawatan RSUD Bulukumba, ditemani istri dan salah seorang saudaranya ia sudah tampak tenang. 

"Pada saat yang bersamaan tangan saya tengah memegang erat tali kekang sapi sehingga salah satu jari saya pun ikut terhentak dan tertarik cukup keras sehingga sendi jemari hampir lepas. Bukan hanya itu, permukaan tali yang kasar juga turut membuat luka sobek pada jemari saya hingga membuat mengucurkan darah hingga saya berteriak kesakitan," cerita Muhtar.

Muhtar masih beruntung karena ia segera ditolong oleh istri dan tetangganya, dan segera di bawa ke Puskesmas Ujung Loe untuk mendapatkan tindakan pertolongan pertama. Setelah mendapat pertolongan pertama, ia pun dirujuk ke RSUD Bulukumba mengingat lukanya terbuka cukup lebar. Begitu sampai di RSUD Bulukumba, ia segera mendapat penanganan sehingga jarinya masih bisa diselamatkan.

“Untung adaji kartu BPJS saya pak, sehingga tidak perlu ada yang dibayar-bayar lagi, tidak sampai merepotkan anak saya lagi yang ada di Kendari, padahal dia sudah hampir mau ke sini cuma sudah saya larang karena semua sudah ditangani dan tidak ada yang perlu dibayar-bayar lagi, namanya juga tinggal berdua sama istri pak, jadi tidak enak kalau merepotkan anak-anak karena kerjanya jauh.” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa bersyukur karena ia sudah terdaftar sebagai peserta JKN, ia merasa diperlakukan sangat baik dan tidak dipungut biaya walaupun terdaftar sebagai peserta yang iurannya dibayarkan pemerintah.

“Ini Alhamdulillah, sampai sekarang tidak ada dibayar sama sekali, juga langsung dapat kamar meskipun kartu dari pemerintah yang saya pakai,“ujarnya haru.

Dengan kejadian ini, muhtar mengatakan sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati ke depannya dalam bekerja dan juga sebagai pengingat bahwa sangat pentingnya memiliki kartu JKN-KIS sebagai penjamin biaya pengobatan.

”Semoga aktif terus kartu saya pak, karena namanya musibah tidak tahu kapan datangnya, dan saya juga sudah tua, pasti rawan sakit nantinya,” tutupnya.