23 Jan 2020
  |  
Dilihat : 8651 kali

sri natun pasien hd tidak repot ambil rujukan ke fktp

Narasumber : Sri Natun ( PBI APBN)

Jayapura, Jamkesnews - Sri Natun (65) adalah peserta Penerima bantuan Iuran (PBI) APBN yang beralamat tinggal di Jalan Agung 02 RT 11 RW 03 Arso III Kabupaten Keerom ini terbaring lemas diruang Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Jayapura yang sedang menjalani cuci darah.

Ketika ditemui oleh tim Jamkesnews, Kamis (23/01) Sri Natun berbagi cerita. Awalnya ia sempat menjalani perawatan di RS Bhayangkara, karena kondisinya semakin parah maka rujuk ke RSUD Kota Jayapura.

Sri Natun yang merupakan salah satu peserta JKN-KIS yang rutin menjalani cuci darah merasa sangat bersyukur telah bergabung menjadi peserta JKN-KIS. Pasalnya wanita yang kini tidak muda lagi sudah dua tahun belakangan harus melakukan tindakan cuci darah sebanyak dua kali setiap minggunya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih banyak kepada Pemerintah yang telah mendaftarkan kami sekeluarga kedalam program JKN-KIS dan BPJS Kesehatan yang sudah menyelenggarakan Program yang telah memberikan jaminan kesehatan kepada kami sekeluarga. Tidak terbayang sudah berapa banyak biaya yang saya keluarkan selama dua tahun, kami tidak pernah membayar sepeserpun untuk biaya pengobatan,” tutur Sri Natun yang ditemani oleh putranya pada saat menjalani cuci darah di RSUD Kota Jayapura.

Lebih lanjut, Sri Natun menjelaskan bahwa proses atau tahapan dalam melakukan cuci darah yang dilalui terbilang cukup mudah. Awalnya ia hanya membutuhkan surat rujukan yang harus diperbaharui per tiga bulannya di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Arso III pilihannya. Namun ada kebijakan baru untuk lebih memudahkan pasien, dengan disederhanakan lagi oleh BPJS Kesehatan. Bahwa pasien hemodialisis tidak perlu lagi memperbaharui rujukan per tiga bulan ke FKTP, cukup dengan melakukan rekam sidik jari pada rumah sakit rujukan dimana peserta akan melakukan cuci darah. 

“Kami sangat senang dengan adanya aturan baru ini, saya datang hanya menempelkan jempol saja menggunakan finger print di ruang HD sudah dapat menjalani perawatan. Hal ini memberi kemudahan kepada kami tentunya, tidak perlu repot untuk mengulang ambil rujukan lagi ke FKTP. Semoga BPJS Kesehatan ke depannya terus memberikan inovasi yang memberi manfaat dan kemudahan bagi peserta JKN-KIS,” tambah Sri Natun dan anaknya.

Putra dari Sri Natun yang setia mendampingi Ibunya pada saat menjalani cuci darah itu mengaku juga selalu menggunakan kartu JKN-KIS jika sedang sakit. Tak lupa, ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah karena telah menjamin kesehatan keluarganya dengan menghadirkan program yang sangat mulia ini dengan memberikan banyak manfaat kepada seluruh peserta JKN-KIS, khususnya mereka yang termasuk masyarakat kurang mampu.

“Terima kasih banyak Program JKN-KIS sudah menolong masyarakat kecil seperti kami ini, ini sangat berarti bagi kami,” tutup Sri Natun dan anaknya. (TR/jr)