23 Jan 2020
  |  
Dilihat : 23202 kali

Cukup Tempelkan Jari, Pelayanan Hemodialisa Jadi Cepat dan Mudah

Narasumber : Djamil Samsul

Sungailiat, Jamkesnews – Dalam rangka memberikan kemudahan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang melakukan cuci darah atau hemodialisis. BPJS Kesehatan mengimplementasikan sistem penggunaan sidik jari atau finger print untuk pelayanan Hemodialisa di rumah sakit atau klinik utama yang melayani HD.

Hal ini bertujuan untuk memangkas prosedur rujukan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Jika sebelumnya peserta JKN-KIS setiap tiga bulan harus memperbarui surat rujukan, kini peserta JKN-KIS dapat melakukan perekaman dengan menggunakan sidik jari atau finger print di rumah sakit atau klinik utama secara cepat dan mudah.

Kemudahan pemanfaatan fingerprint ini sangat dirasakan membantu peserta JKN-KIS yang bernama Djamil Samsul (61 Tahun). Ketika tim Jamkesnews mengunjungi ruang pelayanan Hemodialisa Rumah Sakit Medika Stannia Sungailiat, tampak sebuah ruangan yang bersih  dengan enam ranjang yang tersusun dengan rapi. Setiap ranjang dilengkapi sebuah mesin dialisis yang dipakai untuk pelayanan hemodialisa atau HD. Terlihat tiga pasien HD sedang menerima terapi, kami pun menghampiri salah satu pasien tersebut, saat melihat kami, pasien HD tersebut menyambut dengan senyuman hangat di wajahnya. “Saya telah menjadi peserta JKN-KIS sejak awal program ini dihadirkan,” ucap Djamil membuka percakapan (23/1).

Djamil mengaku sudah memanfaatkan sistem finger print untuk mendapatkan terapi HD di rumah sakit tersebut. “Saya sebagai peserta BPJS Kesehatan sangat dimudahkan oleh sistem ini, cukup menempelkan jari saja langsung bisa dilayani untuk terapi HD,” ujarnya.

Beliau menambahkan sebelumnya harus mengambil rujukan baru di FKTP setiap tiga bulan sehingga cukup kerepotan jika keluarga nya tidak sempat mengantar untuk ke klinik.

“Saya ini rutin tiga kali seminggu harus mendapat terapi, tidak pernah dikenakan iur biaya sedikitpun untuk obat maupun layanan lainnya. Saya merasa sangat terbantu dengan Program JKN-KIS,” ungkapnya.

Selain itu, Djamil menambahkan pelayanan kepada setiap peserta JKN-KIS yang diberikan tidak pernah dibedakan dengan pasien lainnya. “Pelayanan yang diberikan sangat baik dan tidak pernah dipersulit untuk mendapatkan pengobatan. Saya merasa nyaman dengan jadwal yang telah diberikan dan tidak menunggu lama setiap terapi,” sebutnya.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan Cabang Pangkalpinang Vina Trianova mengungkapkan bahwa dengan sistem finger print ini kepastian pelayanan kesehatan lebih terjamin karena data pasien tervalidasi oleh rekaman sidik jari peserta JKN-KIS itu sendiri sehingga mengantisipasi penyalahgunaan layanan oleh pihak yang tidak berhak menggunakan layanan tersebut.

“Rumah sakit dan klinik mitra yang memberi pelayanan hemodialisa telah menerapkan sistem finger print ini. Kami juga telah melakukan sosialisasi ke rumah sakit bahwa untuk ke depannya pasien HD tidak perlu lagi memperpanjang rujukan ke FKTP setiap tiga bulan, kecuali apabila pasien HD juga dirujuk ke poli lain. Kami harap ini dapat memberikan kemudahan dan meningkatkan kepuasan peserta JKN-KIS khususnya bagi pasien HD,” ujarnya. (RW/sa)