20 Jan 2020
  |  
Dilihat : 2017 kali

DULU MEMBAWA SURAT RUJUKAN, SEKARANG DENGAN JEMPOL MELALUI SISTEM FINGER PRINT CUCI DARAH JADI MUDAH

Narasumber : Agustina Datu ( PBI APBN)

Jayapura, Jamkesnews - Hemodialisis merupakan terapi cuci darah di luar tubuh. Terapi ini umumya dilakukan oleh pengidap masalah ginjal yang ginjalnya sudah tak berfungsi dengan optimal.

Pada saat dikunjungi oleh Tim Jamkesnews, Senin (20/01) Agustina Datu (65) merupakan Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN yang tinggal di Jalan Pemancar TVRI 2/1 Ardipura, Jayapura Selatan Kota Jayapura. Ia terbaring lemas dan hanya seorang diri tidak ada keluarga yang menemani saat melakukan cuci darah dimana suaminya harus bekerja menjadi pekerja bangunan, suaminya hanya mengantar dan lanjut bekerja setelah selesai baru dijemput kembali.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan, saya tidak bisa apa-apa hanya Tuhan yang bisa membalas semua ini, dengan mengeluarkan air mata atas apa yang dirasakan selama dua tahun melakukan cuci darah. Dan sebelumnya juga sudah pernah digunakan untuk operasi, sama tidak ada sepeserpun uang dikeluarkan, hanya bermodalkan kartu JKN-KIS yang dibayarkan oleh pemerintah semua dijamin dan tidak ada perbedaan penanganannya dengan pasien umum lainnya,” ujar Agustina saat bercerita kepada tim jamkesnews.

Agustina juga mengatakan bahwa semakin kesini makin dipermudah dengan adanya sistem finger print, dirinya merasa tidak kerepotan lagi ketika surat rujukan yang digunakan untuk mendapatkan layanan cuci darah telah habis dan harus diperbarui di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Awalnya setiap tiga bulan sekali harus memperbarui surat rujukannya, jadi ya harus bolak balik ke Puskesmas tempat terdaftar dulu baru bisa ke rumah sakit. Kalau sekarang ya tinggal ke sini saja, mengisi daftar hadir, tempelkan jempol di finger print sudah bisa lagsung dilayani,” cerita Agustina.

Dirinya telah memanfaatkan layanan cuci darah ini selama dua tahun terakhir, sehingga dirinya bisa membandingkan layanan cuci darah tersebut sebelum dan setelah diimplementasikannya sistem finger print.

“Harapan saya kedepannya semoga dengan sistem finger print, peserta yang sama seperti saya ini dapat memanfaatkannya dengan optimal. Serta Program JKN-KIS ini tetap berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat yang kurang mampu seperti saya ini sehingga masih bisa bertahan hidup berkat Program JKN-KIS,” tutupnya. (TR/jr)