13 Jan 2020
  |  
Dilihat : 48 kali

RIBUAN TERIMA KASIH KAMI UCAPKAN UNTUK PROGRAM JKN-KIS

Narasumber : Resman Suhadi

Bengkulu - Jamkesnews –  Setiap keluarga yang hendak menghadapi proses persalinan pastilah akan mempersiapkan diri sebaik mungkin baik dari segi mental maupun finansial, biaya yang dikeluarkan untuk proses persalinan tidaklah sedikit. Bagi keluarga Resman Suhadi yang sehari hari bekerja sebagai petani di Kabupaten Seluma tentunya mereka sudah mempersiapkan dari jauh hari, apalagi setelah mengetahui dari bidan pada saat pemeriksaan kehamilan bahwa istri Resman ternyata mengandung anak kembar, tentunya biaya yang dikeluarkan pasti lebih besar dari pada persalinan normal. Keadaan yang serba kekurangan tentunya membuat Resman mesti bekerja ekstra demi mencukupi semua kebutuhan, namun untungnya Resman telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS dari segmen PBI APBN. “Saya sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan yang dijamin oleh pemerintah sejak tahun 2013,” tutur Resman.

Pada pertengahan Oktober 2019, usia kandungan istri Resman yang bernama Piteri memang sudah memasuki masa persalinan yang mulai merasakan tanda-tanda kelahiran dan segera di bawa ke bidan di Puskesmas Puguk, setelah dilakukan rujukan ke Rumah Sakit Tais, dikarenakan kekurangan alat maka piteri segera di rujuk kembali ke Rumah Sakit Ummi di Kota Bengkulu untuk segera dilakukan persalinan melalui proses Caesar. “Alhamdulilah kami sekeluarga sudah terdaftar dalam Program JKN-KIS dan pada tanggal 15 Oktober 2019 kemarin istri saya melahirkan di RS Ummi dan anak kami lahir kembar,” ujar Resman (14/1).

Setelah melalui proses persalinan ternyata kedua bayi kembar Resman masih membutuhkan perawatan intensif di dalam inkubator yang dapat memakan biaya besar. “Kedua anak kami, yang pertama dirawat selama 21 hari, yang kedua anak kami dirawat 10 hari semua dijamin dengan BPJS Kesehatan(JKN-KIS), dengan perawatan tersebut kami dari pihak keluarga mengucapkan ribuan terima kasih, kalau kami bukan menjadi peserta JKN-KIS, dirawat di inkubator per harinya empat juta rupiah, total bisa mengeluarkan uang sampai Rp. 80 jutaan lebih,” ujar Resman.

Resman pun menghimbau bagi masyarakat yang belum mempunyai jaminan Kesehatan agar jangan ragu mendafarkan diri dan keluarga ke BPJS Kesehatan segera. “Kepada adik sanak keluarga sekalian yang belum mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS daftarlah segera, karena saya kami sekeluarga sendiri sudah mengalami, kalau bukan menjadi peserta JKN-KIS, otomatis kami mengeluarkan uang yang cukup menguras kantong kami,” tutup Resman. (RW/dw)