Aceh Barat, Jamkesnews - Dedi Azhar (27) merupakan tulang punggung keluarga dengan pekerjaan yang tidak tetap. Pria dengan penghasilan harian yang pas-pasan ini tinggal di Desa Langung Kecamatan Meurebo Kabupaten Aceh Barat dan merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Daerah melalui APBD.

“Saya merupakan anak ke 3 dari 7 bersaudara. Kedua orang tua saya sudah meninggal, ibu saya meninggal saat usia saya baru 1 tahun dan ayah saya meninggal 6 bulan yang lalu. Sekarang saya tinggal bersama ibu tiri saya bersama 4 adik saya,” ujar Dedi saat dijumpai tim Jamkesnews pada Senin (02/12).

Dedi menceritakan, ayahnya mengidap penyakit komplikasi jantung, diabetes melitus dan darah tinggi, dan sering keluar masuk rumah sakit. Dalam sebulan bisa 2 minggu dirawat inap, belum lagi rawat jalannya dan ini terus berlanjut sampai 6 bulan. Sebagai keluarga yang  berpenghasilan pas-pas, tentu saja untuk membiaya pengobatan ayah saya akan sangat berat mengingat biaya berobat itu mahal. Apalagi sampai dirawat inap tentunya akan sangat berat bagi kami untuk membayar. Kami tidak memiliki harta yang bisa kami jual,” ungkap Dedi.

Lebih lanjut Dedi menceritakan, dalam kondisi seperti inilah ia mengakui hadirnya peran pemerintah dengan Program JKN-KIS yang menurut Dedi sangat membantu rakyat kecil untuk menanggung jaminan kesehatannya.

“Alhamdullilah saya dan keluarga sudah terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya 100% ditanggung pemerintah sehingga saya tidak perlu repot lagi memikirkan biaya pengobatan ayah saya,” lanjut Dedi.

Dedi berharap agar pemerintah tetap melanjutkan Program JKN-KIS karena sangat bermanfaat dan membantu rakyat kecil seperti dirinya sehingga kalau sakit tidak dipusingkan dengan biaya pengobatan. (hf/bb)