22 Apr 2019
  |  
Dilihat : 755 kali

Melahirkan Caesar Tak Perlu Deg-Degan Pikirkan Biaya

Narasumber : Bagus dan Yayuk Widawati

Samarinda, Jamkesnews – Bayi cantik dan mungil anak ketiga dari pasangan Bagus (34) dan Yayuk Widawati (36) akhirnya dapat tertidur pulas dipelukan sang ibu beberapa hari setelah kelahirannya. Bayi dengan berat badan 3 kg ini lahir melalui proses operasi caesar pada, Minggu (14/04) dan ia kini menjadi anak yang paling cantik di keluarganya karena kedua kakaknya adalah laki-laki.

Rona bahagia tergambar menghiasi wajah kedua orang tua sang bayi cantik ini. Bagaimana tidak, sang ayah sangat menginginkan anak perempuan sebagai pelengkap kebahagiaan rumah tangga mereka.

Namun siapa sangka pada masa kehamilan dan kelahiran sang jabang bayi membuat khawatir Bagus dan Yayuk. Saat diketahui bahwa Yayuk mengandung anak ketiga, sebenarnya usia anak kedua mereka baru menginjak usia enam bulan, jarak kelahiran dan kehamilannya sangat dekat sekali.

Diperparah dengan kondisi bahwa anak pertama dan anak kedua lahir dengan operasi caesar, dengan segala pertimbangan, Yayuk dan Bagus tetap melanjutkan kehamilan anak ketiganya.

Alhamdulillah saya berpikir anak adalah amanah dari Allah SWT. Dengan berbagai pertimbangan, saran dari dokter dan segala resikonya, kami memutuskan untuk tetap melanjutkan kehamilan, dan jujur saya sangat khawatir,” tutur Bagus.

Dengan sepenuh hati Bagus menjaga istrinya yang sedang mengandung. Ia rutin mengantar istrinya kontrol ke dokter, sambil tetap memberikan dorongan semangat dan motivasi kepada Yayuk agar tetap kuat.

Menurut hasil pemeriksaan dokter, proses kelahiran anak ketiganya ini tetap dengan operasi caesar dan telah direncanankan akan dilaksanakan pada Kamis (18/04). Namun pada hari Minggu (14/04) pagi Yayuk mengalami pendarahan.

“Pagi jam 10 istri saya ngeflek mungkin karena kecapean, tapi jam 3 sore kok darahnya semakin banyak, tak mau ambil resiko langsung saya bawa ke UGD (Unit Gawat Darurat) Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC),” kenang Bagus.

Setelah tiba di ruang UGD, dengan sigap dokter dibantu beberapa perawat segera memeriksa kondisi Yayuk. Sementara itu, Bagus tetap berada di samping Yayuk untuk terus memberi dorongan dan motivasi.

“Dokter bilang tekanan darah istri saya 200/120, akhirnya dokter yang jaga di UGD menelepon dokter spesialis dan sore itu juga diputuskan untuk operasi caesar, tepat jam 17.30 anak saya sudah lahir, prosesnya dari awal datang sampai melahirkan cepat sekali,” cerita Bagus dengan wajah serius.

Setelah menjalani rawat inap selama empat hari, Yayuk dan bayinya dinyatakan sehat oleh dokter, akhirnya boleh pulang dan dilanjutkan dengan rawat jalan.

Berbekal pengalaman pada anak keduanya yang lahir caesar di rumah sakit yang sama, Bagus tak sedikitpun memikirkan biaya, ia fokus pada kesehatan dan keselamatan istri dan bayinya. “Alhamdulillah selama perawatan empat hari tidak dikenakan biaya sedikit pun, pengalaman kami sudah pernah rawat inap beberapa kali sejak istri saya hamil dan melahirkan dengan operasi anak kedua, dan yang terakhir ini kami selalu menggunakan Kartu Indonesia Sehat," katanya.

Bagus merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Ia telah menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2016. Bagus menuturkan, ia bekerja sebagai driver pada sebuah perusahaan penyedia jasa di Kota Samarinda.  

“Kata dokter terlambat sedikit saja anak saya bisa meninggal. Syukurlah semuanya, selamat pelayanannya cepat dan bagus, serta tidak sedikit pun dipungut biaya. Kami puas dengan pelayanan yang diberikan, dan yang jelas saya nggak perlu deg-degan mikirkan biaya,” ucap Bagus sambil tersenyum lebar. (KA/ej)