30 Jul 2020
  |  
Dilihat : 57 kali

BPJS Kesehatan Pantau Pemakaian Dosis Insulin Peserta Program Rujuk Balik Lewat Aplikasi Monita

Pekanbaru, Jamkesnews - Insulin adalah hormon yang memiliki fungsi untuk mengubah gula menjadi energi. Bila hormon yang mengatur gula darah ini terganggu, seseorang dapat terserang diabetes melitus (DM). Di era program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ini, peserta BPJS Kesehatan yang menderita DM dapat ikut ke dalam program rujuk balik (PRB). PRB merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis tertentu dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang. Pelaksanaan PRB dilaksanakan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) atas rekomendasi atau rujukan balik dari dokter spesialis/sub spesialis yang merawat.

Dalam pemberian obat PRB, terkadang apotek tidak mempertimbangkan kelebihan dosis/sisa Insulin bulan sebelumnya yang diterima peserta sehingga terjadi kelebihan/penumpukan Insulin pada peserta. Oleh sebab itu, Verifikator Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, Anggi Pramana dan tim mengembangkan suatu inovasi aplikasi berbasis web yang dapat memonitor sisa dosis Insulin bulan sebelumnya sehingga Insulin yang diberikan pada bulan berikutnya dapat menyesuaikan dengan kebutuhan peserta.

"Kami menyebutnya Monitoring Insulin Peserta PRB atau Monita PRB. Harapannya aplikasi ini tak hanya mampu memastikan peserta PRB mendapat Insulin sesuai dosis yang ditetapkan dokter melainkan juga mampu meningkatkan kualitas layanan kepada peserta," ungkap Anggi, Selasa (28/07) pada kegiatan Koordinasi Apotek PRB dan Implementasi Aplikasi Monita PRB.

Saat uji coba aplikasi Monita PRB, salah satu peserta kegiatan, dr. Mulziah yang sekaligus merupakan Pimpinan Apotek Budi Mulya Pelalawan menyatakan apresiasinya. Menurutnya aplikasi ini mempermudah dan membantu apotek dalam perhitungan pemberian insulin kepada peserta.

"Upaya Pak Anggi ini praktis ya, karena apotek dapat melihat riwayat penggunaan Insulin peserta sebelumnya yang secara otomatis terekam ke dalam aplikasi Monita PRB. Apotek jadi lebih mudah dalam memantau penggunaan Insulin," ungkap dokter Uji, begitu ia biasa dipanggil.

Aplikasi Monita PRB ini sendiri merupakan inovasi terbaik se-Kedeputian Wilayah Sumbagteng Jambi. Rencananya per 1 Agustus 2020, aplikasi ini akan mulai digunakan oleh seluruh apotek PRB kerjasama BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru. Selain uji coba implementasi aplikasi Monita PRB, peserta juga diberikan uji pemahaman petugas apotek terkait pelayanan obat PRB dengan nilai tertinggi yang diraih oleh Apotek Kimia Farma 122 Pekanbaru. Hingga kini sudah 21 apotek yang bekerja sama dan tersebar di wilayah kerja Cabang Pekanbaru meliputi Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Rokan Hulu.