29 Jul 2020
  |  
Dilihat : 140 kali

BPJS Kesehatan Tembilahan Edukasi Kepada Pasien Cuci Darah

Tembilahan, Jamkesnews – BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan mengadakan kegiatan sambung rasa dengan pasien cuci darah (Hemodialisa) di RSUD Puri Husada. Acara ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi pada pasien Hemodialisa dengan memberikan materi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), serta membuka diskusi terbuka bagi peserta yang hadir. 

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Harnavi Harun yang secara khusus diundang dan bertugas di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Direktur RSUD Puri Husada, penanggung jawab pasien Hemodialisa RSUD Puri Husada, Kepala bidang pelayanan medis RSUD Puri Husada, dokter spesialis penyakit dalam RSUD Puri Husada, petugas kesehatan RSUD Puri Husada, serta keluarga dan pasien Hemodialisa.

“Kita melaksanakan kegiatan sambung rasa dengan pasien Hemodialisa ini juga sebagai rangkaian HUT BPJS Kesehatan ke 52. Mohon maaf jika diulang tahun ini masih terdapat pelayanan di Kantor Cabang yang selama ini kurang memuaskan dan tentunya BPJS Kesehatan akan berupaya memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas,” ucap Meri Lestari selaku Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tembilahan.

Meri juga menyampaikan harapannya pada masyarakat Indonesia untuk mendukung JKN-KIS tetap bertahan ditengah usianya yang kian bertambah.

“Di tengah kelemahan dan tantangan dari JKN-KIS, kita harus berusaha bersama-sama bangkit. Untuk itu mari saling komunikasi dan berkoordinasi, karena memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat itu merupakan cita-cita yang mulia. Dan tentunya diperlukan kesabaran dari kita semua agar ini dapat tercapai,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Harnavi Harun memberikan materi dan ilmunya mengenai penyakit gagal ginjal serta anjuran pola hidup sehat.

“Karena ini pertemuan silaturahmi, maka disini kita mengingatkan kepada semua pasien ginjal bahwa BPJS Kesehatan sudah menyediakan waktu dan layanan cuci darah, serta Rumah Sakit mitra BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan yang telah memberikan fasilitas untuk pasien Hemodialisa dua kali dalam seminggu,” jelasnya.

Harnavi menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian dokter terhadap diri pasien. Tentunya sebagai pasien dan keluarga juga harus memberikan reaksi yang sama seperti disiplin.

“Respon disiplin yang dimaksud adalah pasien Hemodalisa secara rutin hadir dua kali dalam seminggu dan tidak minum yang berlebihan. Jangan sampai cairannya berlebih, sebab jika minum berlebih dan tidak terkontrol seperi yang ditetapkan oleh dokter maka akan menumpuk diparu-paru, kemudian infeksi juga bertambah. Dan itu juga salah satu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri yang harus dijaga,” terangnya.

Selain itu, Harnavi juga mengungkapkan dengan adanya Program JKN-KIS pasien Hemodialosa tidak perlu risau lagi saat mendapatkan layanan cuci darah. Dibandingkan dengan biaya pengobatan yang harus ditanggung, iuran yang harus dibayarkan dengan mengikuti Program JKN-KIS jauh lebih ringan.