28 Jul 2020
  |  
Dilihat : 163 kali

Sinergi BPJS Kesehatan dengan Dinas Kesehatan Kota Solok untuk Capai UHC 100 %

Solok, Jamkesnews – Untuk percepatan pencapaian Universal Health Coverage (UHC) 100% di Kota Solok, Dinas Kesehatan Kota Solok menyelenggarakan pada kegiatan pendaftaran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Kota Solok yang dilaksanakan di Kantor Kelurahan VI Suku Kota Solok, Senin (28/07). Dalam rangka mengoptimalkan pendaftaran PBI, Dinas Kesehatan Kota Solok juga menggandeng BPJS Kesehatan Cabang Solok dan Dinas Sosial Kota Solok pada kegiatan ini.

Petugas Seksi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Solok, Dadi Ice Gusrianti menyampaikan disamping membuka pendaftaran peserta PBI, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk memverifikasi dan menvalidasi data masyarakat yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. “Ada dari BPJS Kesehatan Cabang Solok dan Dinas Sosial Kota Solok, apabila ada data yang bermasalah bisa langsung ditindak lanjuti,” ujar Ice.

Ice menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan di 13 kelurahan yang ada di Kota Solok dengan jadwal bergantiannya setiap harinya. “Dinas Kesehatan yang didampingi oleh BPJS Kesehatan dan Dinas Sosial jemput bola ke masing-masing kelurahan untuk pendaftaran peserta PBI, masyarakat cukup membawa fotocopy Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat pendaftaran,” ujar Ice.

Petugas Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) BPJS Kesehatan Cabang Solok, Zetra Zulnadi menyampaikan bahwa per bulan Juli 2020 96% masyarakat Kota Solok sudah terdaftar sebagai  peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). “Yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS mencapai 71.429 orang dari 74.271 orang total masyarakat Kota Solok. 23.472 orang terdaftar sebagai peserta PBI APBD Kota Solok,” ujar Zetra.

Zetra juga menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Kota Solok atas upaya yang telah dilaksanakan untuk mencapai UHC dengan langsung terjun ke masyarakat untuk memvalidasi data. “Hari ini kami sudah melayani 85 orang masyarakat di Kelurahan VI Suku baik itu untuk pendaftaran maupun validasi data, dan antusias masyarakat sangat tinggi tetapi masih memperhatikan protokol Covid-19 tentunya,” ujar Zetra.

Salah satu peserta JKN-KIS yang hadir, Yola Desri Yeni (28) mengungkapkan bahwa ia merasa sangat bersyukur terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Pasalnya semenjak menjadi peserta JKN-KIS, ia tidak perlu pusing lagi memikirkan biaya berobat saat sakit. “Tahun 2019 saya bersalin menggunakan kartu JKN-KIS, alhamdulillah tidak dikenakan biaya sepersen pun. Dan sekarang saya juga ingin mendaftarkan anak saya agar kesehatannya terjamin,” ujar Yola. (aw/ar)