28 Jul 2020
  |  
Dilihat : 180 kali

Melalui Goes To Costumer, BPJS Kesehatan Cabang Solok Sambangi Nagari Tanjung Balik

Solok, Jamkesnews – Dalam rangka meningkatkan pemahaman peserta terkait  penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional –Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Cabang Solok kembali menyapa peserta JKN-KIS melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes To Costumer yang dilaksanakan di Nagari Tanjung Balik, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Senin (27/07). Kegiatan yang bertempat di Ruang Pertemuan BPN Nagari Tanjung Balik ini dihadiri oleh 49 orang peserta di wilayah setempat.

Kepala Kantor Kabupaten Solok, Ratna Sarry Wibowo menyampaikan bahwa kegiatan BPJS Kesehatan Goes To Costumer bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap prosedur, hak dan kewajiban peserta, serta memberikan informasi-informasi terkait program JKN-KIS ataupun regulasi terbaru.

“Mendapatkan informasi merupakan salah satu hak peserta JKN-KIS. Akses dari Nagari Tanjung Balik ke Kantor BPJS Kesehatan pun juga jauh, untuk memudahkan peserta mendapatkan informasi kami dari BPJS Kesehatan yang berkunjung kesini serta mendengarkan masukan dari peserta terkait penyelenggaraan program JKN-KIS lebih baik kedepannya,” ujar Sarry.

Selain menjelaskan hak dan kewajiban peserta JKN-KIS, pada kesempatan ini Sarry juga menjelaskan pendaftaran peserta JKN-KIS untuk bayi baru lahir. “Bagi bayi baru lahir dapat langsung didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS saat bayi telah lahir sampai maksimal 28 hari sejak tanggal kelahiran,” ujar Sarry.

Disamping itu Sarry juga menjelaskan kepada peserta JKN-KIS terkait dengan pelayanan kesehatan diantaranya, sistem rujukan berjenjang, pelayanan kesehatan bagi peserta yang berada diluar wilayah FKTP terdaftar, serta penjaminan kecelakaan. “Untuk penjaminan kecelakaan kerja dijamin oleh BPJS Ketenagkerjaan, sedangkan penjaminan kecelakaan lalu lintas ganda dijamin oleh Jasa Raharja dengan platform maksimal 20 juta dan apabila pasien terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dilanjutkan penjaminannya oleh BPJS Kesehatan, sedangkan penjaminan kecelakaan lalu lintas tunggal apabila pasien sebagai peserta JKN-KIS dijamin oleh BPJS Kesehatan,” jelas Sarry.

Salah satu peserta GTC, Yuniwarti menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang telah dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan, dan ia sangat bersyukur terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. “Diumur yang sudah tidak muda lagi, jadi mudah sakit. Alhamdulillah, selama menggunakan JKN-KIS saya dilayani dengan baik oleh dokter maupun perawat dan juga tidak dikenakan biaya sepersen pun saat berobat. Ditambah lagi ada kegiatan seperti ini, kami senang dikunjungi BPJS Kesehatan karena banyak informasi-informasi baru yang didapat,” ujar Yuniwarti. (aw/ar)