Ciamis, Jamkesnews – BPJS Kesehatan sebagai badan pelayanan publik terus berkomitmen untuk memberikan kemudahan kepada peserta untuk mengakses pelayanan kesehatan. Berbagai inovasi terus dihadirkan BPJS Kesehatan demi memudahkan peserta JKN-KIS untuk mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan. Terbaru, BPJS Kesehatan Cabang Ciamis bersama dengan Rumah Sakit Dadi Keluarga (RSDK) Ciamis melakukan penandatanganan berita acara bridging system RSDKC Online, Selasa (07/07).

Pasien Rumah Sakit Umum Dadi Keluarga Ciamis tak perlu lagi repot antre pelayanan rawat jalan, kini antrean dapat dilakukan dengan mudah secara online melalui aplikasi antrean online versi android yakni RSDKC Online, Mobile JKN, maupun Situs Antrean RSDKC Online. Pelayanan pasien rawat jalan di RSU Dadi Keluarga Ciamis (RSDK Ciamis) memasuki babak baru dengan dilakukannya bridging system RSDKC Online dengan JKN Mobile BPJS Kesehatan. Terhubungnya kedua aplikasi ini semakin memudahkan pelayanan pasien rawat jalan. Antrean secara online atau daring kini dapat dilakukan melalui aplikasi JKN Mobile BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjar Idham Kholid mengapresiasi capaian penting ini. Menurutnya, teknologi terbukti dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan dapat memberikan banyak kemudahan dan sangat mungkin diterapkan di segala bidang, terutama dalam pelayanan kesehatan.

“Kehadiran teknologi informasi seperti artificial intelligent tidak mungkin ditolak. Teknologi terus berkembang. Kita harus membuka diri dan mengikuti perkembangan itu bila tidak ingin tertinggal dan ditinggalkan,” kata Idham dalam acara penandatanganan berita acara bridging system RSDKC Online dan JKN Mobile.

Idham menambahkan, RSDK Ciamis menjadi rumah sakit kedua di wilayah Cibandar (Ciamis-Banjar-Pangandaran) yang sudah melakukan bridging system antrean dengan Mobile JKN. Bahkan, RSDK Ciamis menjadi rumah sakit pertama yang memiliki aplikasi antrean online. Di tingkat Jawa Barat, Idham menyebut, belum banyak rumah sakit yang menerapkan antrean online apalagi yang terhubung ke Mobile JKN.

Selain itu, Idham juga mengatakan, aplikasi RSDKC Online dirintis oleh tim Teknologi Informasi (TI) - RSDK Ciamis dan telah terhubung juga dengan sistem informasi dan manajemen rumah sakit (SIMRS). Pasien dapat mendaftarkan diri tiga hari hingga satu hari sebelum pelayanan. Pasien juga dapat memilih sendiri dokter spesialis serta mendapatkan notifikasi jam pelayanan. Pasien lama yang telah memiliki nomor rekam medis hanya perlu melakukan check-in di anjungan antrean, setelah terlebih dulu mendapatkan nomor tiket dalam bentuk nomor atau QR Code. Nomor atau QR Code ini akan dibaca oleh sistem kemudian tiket antrean akan tercetak. Pasien lama langsung menuju ke klinik tujuan tanpa melalui proses pendaftaran.

"Pasien baru juga dapat melakukan pendaftaran online, namun akan kami arahkan terlebih dahulu ke meja pendaftaran untuk mengisi data-data dan mendapatkan nomor rekam medis. Setelah itu, pasien akan diberikan nomor antrean ke klinik tujuan,” ujar Direktur RSDK Ciamis dr. H. Muhamad Ikbal sambil menambahkan, antrean online juga bisa diakses melalui situs www.rsdkciamis.com.

Aplikasi RSDKC Online tidak hanya dipergunakan untuk memberikan layanan antrean rawat jalan. Aplikasi ini juga memuat informasi penting lain, seperti ketersediaan tempat tidur, jadwal praktik dokter, konsultasi online, berita RSDKC terkini, jadwal tindakan operasi, hingga bantuan Customer Service.

“Kami mendorong pasien untuk menggunakan aplikasi ini. Kami juga sudah mengintegrasikan beberapa aplikasi sehingga seluruh informasi disajikan secara real-time dan sesuai dengan data lapangan. Begitu petugas memasukkan data pasien pulang atau masuk maka informasi jumlah tempat tidur akan berubah secara otomatis, baik di RSDKC Online maupun JKN Mobile. Silakan unduh aplikasi kami di Google Play Store dengan kata kunci pencarian RSDKC Online,” papar Ikbal.

Ke depan, Ikbal mengatakan RSDK Ciamis akan terus mengembangkan teknologi informasi untuk menjawab berbagai tantangan perkembangan pelayanan digital. Konsep digitalisasi ini akan terus dimatangkan dan diaplikasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Dalam waktu dekat, RSDK Ciamis akan menerapkan electronic medical record (e-MR) sehingga tidak ada lagi berkas dalam bentuk kertas.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan (PMR) BPJS Kesehatan Cabang Banjar Eko Purnomo Jati terlihat puas atas langkah maju ini.

“Sekitar dua bulan kami berkomunikasi dengan pihak RSDK Ciamis untuk mematangkan proses ini. Alhamdulillah sekarang sudah selesai sehingga pasien mendapatkan kemudahan pelayanan. Semoga langkah ini diikuti oleh rumah sakit lain di Ciamis, Banjar, dan Pangandaran,” tutup Eko. (kh/pt)

Trending News

MEDIA SOSIAL RESMI