24 Mar 2020
  |  
Dilihat : 33 kali

Peserta JKN-KIS Apresiasi Langkah BPJS Kesehatan Cegah Penyebaran Virus Corona

Jakarta Timur, Jamkesnews – BPJS Kesehatan saat ini terus gencar melakukan upaya preventif dalam mencegah penyebaran virus corona di Indonesia. Berbagai macam upaya terus diterapkan agar mampu memutus rantai penyebaran virus corona di Indonesia, terutama di lingkungan kantor pelayanan BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, Betsy M.O Roeroe mengatakan bahwa sebagai kantor pelayanan publik, BPJS Kesehatan memiliki interaksi secara langsung dengan peserta JKN-KIS. Oleh karena itu, Betsy menekankan bahwa pihaknya perlu melakukan pencegahan baik untuk peserta maupun pegawai BPJS Kesehatan guna menekan penyebaran virus corona yang kini semakin bertambah.

”Kami melakukan pencegahan di mulai dengan melakukan pengecekan suhu badan menggunakan thermo gun dan pemberian hand sanitizer yang dilakukan oleh petugas keamanan. Selanjutnya untuk mekanisme antrean, diberikan jarak kurang lebih 1 meter antara satu peserta dengan peserta lain dengan menempelkan tanda garis lurus pada lantai," kata Betsy, Selasa (24/03).

Selain itu, Betsy juga menerapkan social distancing di area tunggu peserta JKN-KIS. Dengan diberikannya tanda silang pada bangku di ruang tunggu pelayanan, pihaknya menyebut bahwa dengan upaya yang telah dilkukan dapat mengurangi penyebaran virus tersebut dengan cepat. 

"Kami juga menerapkan social distancing pada tempat duduk peserta dengan memberikan tanda silang di mana peserta tidak diperkenankan duduk berdempetan namun dikosongkan satu tempat duduk,” lanjut Betsy.

Langkah yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur mendapatkan apresiasi dari peserta JKN-KIS yang berkunjung ke kantor cabang. Sebagai salah satu peserta JKN-KIS, Bambang mengaku merasa aman dan tenang ketika mengurus kepesertaannya di kantor BPJS Kesehatan karena semua orang yang masuk ke lingkungan kantor harus melalui protokol yang sudah diinstruksikan oleh pemerintah.

”Semua orang dilakukan pengecekan suhu badan dan harus menggunakan hand sanitizer sebelum masuk ke gedung. Apabila ada orang yang saat dilakukan pengecekan suhu badannya menunjukan angka di atas normal yaitu 37,5 oC, maka disarankan untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu ke FKTP terdekat,” tambah Bambang.

Betsy menjelaskan pencegahan juga diterapkan oleh petugas frontliner dan petugas keamanan dengan menutup area hidung dan mulut menggunakan masker dan menutup area tangan menggunakan surgical hand gloves serta telah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan pada setiap sudut ruangan gedung dan juga telah memasang poster informasi pencegahan penyebaran virus corona yang dapat dilihat dengan mudah oleh peserta.(PG/cp)