Madiun,Jamkesnews – Wilayah Madiun merupakan salah satu daerah yang terdapat beberapa kasus penyebaran virus corona. Tercatat sampai dengan saat ini beberapa kabupaten yang masuk ke dalam karesidenan Madiun yaitu Kabupaten Madiun untuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 32 orang, Kabupaten Ngawi ODP 8 orang, Kabupaten Magetan meninggal dunia 1 orang, ODP 17 orang, Orang Dalam Resiko (ODR) 52 orang dan untuk Kabupaten Ponorogo ODP sebanyak 19 orang.

Guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Madiun telah menerapkan beberapa langkah preventif di lingkungan kantor cabang. Sehingga layanan kepada masyarakat atau peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang mengunjungi kantor BPJS Kesehatan tetap berjalan seperti biasa dengan tidak mengesampingan upaya mencegah penyebaran virus corona.

“BPJS Kesehatan tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat, artinya ada interaksi secara langsung dengan yang banyak orang. Sehingga kami perlu menerapkan langkah-langkah yang sifatnya antisipatif guna menekan penyebaran virus corona. Dimana langkah-langkah dan usaha yang sifatnya antisipatif tersebut kami tujukan baik untuk masyarakat yang berkunjung ke kantor cabang dan terutama untuk internal pegawai BPJS Kesehatan,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Santy Parulian.

Layanan di BPJS Kesehatan Cabang Madiun tetap dibuka seperti biasa pada pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul  15.00 WIB. Bagi pelayanan yang bisa dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN, masyarakat diarahkan untuk dapat mengakses melalui aplikasi tersebut, sehingga diharapkan juga dapat mengurangi interaksi secara langsung dengan petugas BPJS Kesehatan.

Salah satu peserta JKN-KIS yang melakukan pengurusan administrasi di kantor cabang, Jumadi menilai bahwa pelayanan tetap berjalan bagus seperti biasanya bahkan lebih protect dan benar-benar menjalankan himbauan dari pemerintah.

“Alhamdulillah BPJS Kesehatan tetap membuka pelayanan dan pengamanannya sangat bagus. Mulai dari masuk kantor di cek suhu badan dan pakai hand sanitizer, bahkan di antrean dan kursinya sudah jelas mana yang boleh mana yg tidak, untuk menjaga jarak aman. Jadi pelayanan tetap jalan, tapi semua tetap diperhatikan juga,” cerita Jumadi.

BPJS Kesehatan Cabang Madiun beserta seluruh kantor kabupaten yang berada di bawah wilayah kerja kantor cabang berkomitmen untuk mengimplementasikan perihal social distancing tersebut. Mulai dari kursi tunggu dan antrean diberikan tanda silang sebagai tanda jarak antar peserta. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga jarak aman dalam berinteraksi satu orang dengan orang yang lain yaitu kurang lebih satu meter.

“Semua kami upayakan agar semua tetap sejalan. Meskipun dengan sarana dan tempat yang terbatas baik di kantor cabang maupun di kantor kabupaten pasti akan kami upayakan agar bisa benar-benar terimplementasi. Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan tetap mengimplementasikan langkah-langkah preventif untuk semua pihak. Stay safe and healthy,” tutup Santy.(ar/tk)