20 Mar 2020
  |  
Dilihat : 49 kali

Gandeng Media BPJS Kesehatan Ajak Edukasi Masyarakat

Sampit, Jamkesnews - Untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan hak dan kewajiban serta inovasi program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Cabang Sampit menggandeng media massa di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur untuk bisa bersama-sama mengedukasi masyarakat, Kamis (19/03).

Kegiatan yang dilaksanakan di Sampit ini dihadiri oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sampit Adrielona JMS, Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Sampit Ujang K, dan para jurnalistis dari media cetak maupun elektronik di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sampit Adrielona JMS menyampaikan bahwa program inovasi untuk melayani dan memudahkan peserta program JKN-KIS sangat banyak. Oleh karena itu, pihaknya mengajak para awak media untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat terkait hal tersebut, karena memang masyarakat kita karakternya juga berbeda-beda.

“Kita ada program Mobile Customer Service (MCS), BPJS Siap membantu (BPJS SATU!), Mobile JKN, Kader JKN, antrean elektronik dan lain sebagainya. Informasi terkait dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan, diharapkan para media juga bisa ikut menyebarkannya, mengingat masyarakat sekarang bervariasi. Ada yang lebih suka membaca koran, membaca berita online, menggunakan sosial media dan radio, sehingga kita ajak semua untuk bersama-sama dapat memberikan informasi tersebut kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui dan dapat memanfaatkan layanan yang ada,” ucapnya.

BPJS Kesehatan akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat secara merata sehingga semua informasi dan inovasi program JKN-KIS bisa dirasakan oleh semua peserta.

Para jurnalistik yang hadir juga sepakat untuk bersama-sama mengedukasi peserta JKN-KIS. Terdapat berbagai ide dan gagasan yang muncul dari para awak media, salah satunya adalah Norjani, perwakilan dari media Antara ini mengusulkan untuk BPJS Kesehatan lebih aktif lagi mengedukasi melalui media sosial, mengingat pengguna media sosial pada saat ini adalah dari semua kalangan, sehingga bisa masuk di semua lini masyarakat.

“Pengguna media sosial sekarang adalah dari anak muda dan tua sehingga kreativitas dengan menggunakan kearifan lokal sangat diperlukan untuk bisa digunakan sebagai bahan edukasi masyarakat. Dengan menyesuaikan edukasi, misalkan menggunakan bahasa daerah masing-masing atau tokoh yang ada di daerah tersebut, lebih memberikan pehamaman dan juga pasti lebih bisa diterima oleh masyarakat,” tutup Norjani. (Ka/tr)