20 Mar 2020
  |  
Dilihat : 28 kali

Review Pelaksanaan Antrian Online dan Uji Coba Pelayanan Kacamata melalui Pertemuan Koordinasi

Jambi – Jamkesnews, Sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), salah satu kewajiban dari BPJS Kesehatan adalah memperkuat sistem Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBK). Hal ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan bagi peserta di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Untuk menjaga kualitas kinerja dari FKTP yang berada di wilayah Kota Jambi, BPJS Kesehatan Cabang Jambi bersama dengan Dinas Kesehatan Muaro Jambi  mengadakan pertemuan yang membahas mengenai Pertemuan Evaluasi dan Koordinasi Pelayanan Primer dengan peserta pertemuan terdiri dari kepala puskesmas dan pic puskesmas se-Wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

Acara yang dilaksanakan Jum''at (20/03) yang mengambil tempat di Sebuah Ruangan Serbaguna di Jambi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama sebagai gate keeper dalam pelayanan kesehatan di era JKN ini.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Jambi Liza menjelaskan, penilaian terhadap FKTP melalui sistem KBK dilihat berdasarkan pencapaian indikator yang meliputi beberapa aspek yaitu indikator. Pertama angka kontak pada FKTP yang merupakan indikator untuk melihat dan mengetahui tingkat aksesabilitas dan pemanfaatan pelayanan di fasilitas tingkat pertama, indikator kedua yaitu rasio rujukan rawat jalan non spesialistik untuk mengetahui kualitas pelayanan peserta di FKTP dan sistem rujukan sesuai dengan indikasi medis dan kompetensi yang ada di FKTP tersebut, dan indikator terakhir yaitu rasio peserta prolanis yaitu peserta prolanis secara rutin berkunjung di FKTP. Indikator terakhir ini untuk mengetahui kesinambungan pelayanan peserta penyakit kronis.

"Karena apabila terdapat salah satu indikator yang tidak terpenuhi, tidak hanya berdampak bagi FKTP itu sendiri terkait nilai pembayaran kapitasi melainkan berdampak pula terhadap pelayanan bagi peserta dan rumah sakit," kata Liza.

Misalnya tambah Liza, apabila angka rujukan tidak terpenuhi atau tinggi, maka akan berdampak pada penuhnya rumah sakit dan akan berimbas terhadap pelayanan peserta yang kurang maksimal. Oleh karena itu, kegiatan ini rutin dilakukan untuk memantau dan mengevaluasi FKTP, Rujukan Horizontal oleh FKTP juga harus dipahami oleh segala segmen, mana yang termasuk Pelayanan Program Pemerintah, Pelayanan Non Kapitasi dan Pelayanan Kapitas.

Evaluasi terhadap ketentuan baru pada pelayanan primer juga dilaksanakan dalam kegiatan pertemuan ini, yang mana didapatkan bahwa pelaksanaan ujicoba kacamata di FKTP belum optimal karena beberapa FKTP masih belum siap untuk melakukan pelayanan kesehatan untuk pengambilan kacamata.  Untuk itu disarankan agar FKTP bisa menyediakan alat dan tenaga medisnya atau melakukan MOU dengan Optik Kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Selain itu, pertemuan ini juga membahas kendala dalam pelaksanaan antrean online yang sekarang sedang berjalan dan menjadi program andalan. Menurut Liza Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) harus lebih mengoptimalkan implementasi ini dan memenuhi kompetensi sarana, prasarana hingga SDM.

"Memang sebagian besar masyarakat yang tidak memanfaatkan layanan antrean online mengaku diakibatkan oleh tidak memiliki ponsel pintar, namun kami harap FKTP dapat memberikan edukasi kepada peserta terkait kemudahan layanan ini," tambah Liza

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi Yes Isman, menegaskan dukungannya terhadap implementasi optimalisasi pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan primer seperti pelayanan kacamata dan antrean online ini. Walaupun tetap memperhatikan kebutuhan yang diperlukan oleh pihak Puskesmas dalam pelaksanaan semua inovasi ini.

“Kami mendukung sistem antrean online dan pelayanan kacamata yang telah diterapkan ini dan akan selalu meningkatkan kualitas layanan serta meningkatkan kompetensi baik SDM maupun sarana dalam mendukung sistem ini. Kami sebisa mungkin untuk memenuhi sarana dan prasarana yang terbatas tersebut untuk kenyamanan peserta JKN-KIS yang memperoleh layanan kesehatan khususnya di Puskesmas yang berada di Wilayah Kabupaten Muaro Jambi,” ujar Isman.