11 Feb 2020
  |  
Dilihat : 558 kali

TETAP BISA BEROBAT FISIOTERAPI BERKAT PROGRAM JKN

Watampone, Jamkesnews – Fisioterapi adalah proses merehabilitasi seseorang agar terhindar dari cacat fisik melalui serangkaian pencegahan, diagnosis, serta penanganan untuk menangani gangguan fisik pada tubuh akibat cedera atau penyakit. Seperti halnya saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Tenriawaru Kabupaten Bone sebagai Rumah Sakit Tipe B yang sejak tahun 1987 telah menyediakan fasilitas Rehabilitasi Medik.

Rehabilitasi medik adalah layanan kesehatan  bagi pasien yang mengalami  gangguan fisik dan fungsi tubuh, karena kondisi sakit penyakit atau cedera. Pelayanan rehabilitasi medik bersinergi dengan pelayanan fisioterapi, berguna untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh dengan menggunakan penangganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis), pelatihan fungsi dan komunikasi.

“Rata-rata kunjungan pada Poli Fisioterapi kami sekitar 60 pasien dengan jenis penyakit terbanyak diantaranya yaitu seperti Hemiparesis adalah kondisi ketika salah satu sisi tubuh mengalami kelemahan sehingga sulit digerakkan serta rata-rata memang Peserta Program JKN-KIS. Kondisi ini umumnya dialami oleh penderita stroke, low back pain atau nyeri pungguh bawah, dan Ischialgia. Saya sendiri merasa puas apabila pasien yang kami tangani atau yang telah menjalani terapi selama ini bisa kembali kepada kondisi normal kembali atau bahkan bisa berjalan lagi,” ujar Kepala Ruangan Fisioterapi, Andi Nurbayati yang telah bertugas sejak tahun 1988.

Andi Nurbayati mengatakan bahwa kelainan yang dapat dilayani di unit Fisioterapi RSUD Tenriawaru antara lain luka bakar, fracture, pos amputasi, semua jenis kelumpuhan, penderita dengan gangguan pernapasan, rheumatic arthritis, post operasi sectic caesaria, nyeri sendi, nyeri otot, kekakuan sendi dan sejenisnya.

Saat Tim Jamkesnews berkunjung, terlihat beberapa pasien yang akan melaksanakan fisioterapi. Salah satunya adalah M. Alwi Nur (78) yang merupakan peserta JKN. 

“Keluhan saya selama ini adalah sakit pinggang, ada hipertensi juga sakit persendian lutut dan saya ditanggung oleh almarhumah istri saya yang merupakan PNS. Sejak tahun 2013 saya sudah menderita sakit pinggang sehingga berobat kesini setiap minggu. Saya bersyukur ada BPJS Kesehatan yang menjamin. Dulu saya pernah seminggu dua kali, sekarang saya datang terapi seminggu sekali, harapannya menjadi sebulan sekali. Karena sekarang kondisi saya sudah membaik,” ungkap Alwi.

Sementara itu Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Watampone, Ririn Aryanto mengatakan untuk wilayah kerja Kantor Cabang Watampone khususnya di Kabupaten Bone, selain di RSUD Tenriawaru, pelayanan fisioterapi juga bisa didapatkan di Rumah Sakit Hapsah.

"Harapan kami akan semakin memudahkan peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Bone yang memerlukan pelayanan Fisioterapi. Tentu saja, kami juga berusaha memperluas kerjasama dengan Rumah Sakit ataupun Klinik Utama yang bersedia menyediakan layanan fisioterapi,” jelas Ririn.