Diabetes Melitus masih menjadi salah satu penyakit penyebab kematian di banyak negara di dunia, termasuk di Indonesia. Apabila dibiarkan, penyakit ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi serius yang menyerang organ penting di tubuh. Sayangnya, penyakit yang juga disebut silent killer ini seringkali baru disadari penderitanya ketika sudah terjadi komplikasi, sehingga penangananya pun menjadi sulit.

Berangkat dari hal tersebut, sekumpulan anak muda membentuk sebuah komunitas yang diberi nama “Sobat Diabet”. Fokusnya adalah mengedukasi masyarakat khususnya anak-anak muda terkait bahaya diabetes melitus tipe 2, sehingga mereka bisa melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini. Pasalnya diabetes melitus tipe 2 bukanlah penyakit yang datang dengan tiba-tiba, tetapi muncul salahtunya akibat gaya hidup tidak sehat yang dijalani selama beberapa tahun sebelumnya.

Pendiri Sobat Diabet dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD mengungkapkan, komunitas Sobat Diabet awalnya merupakan gerakan hidup sehat yang diinisiasi beberapa mahasiswa kedokteran pada tahun 2014. Kemudian karena banyak yang tertarik untuk ikut terlibat dalam gerakan tersebut, akhirnya dibentuklah komunitas Sobat Diabet. Fokus dari komunitas ini adalah kegiatan promotif dan preventif dengan menyasar anak-anak muda. Relawannya pun seluruhnya anak muda yang mayoritasnya bukan penyandang diabetes.

“Anak muda jadi target kegiatan promotif dan preventif yang kami jalankan karena mereka juga sangat rentan terkena diabetes. Dari data International Diabetes Foundation, satu dari lima pasien diabetes usianya kurang dari 40 tahun. Diprediksi yang terkena makin lama usianya makin muda,” ungkap dr. Rudy.

Sebelum pandemi Covid-19, Sobat Diabet banyak melakukan kegiatan offline untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat. Namun setahun belakangan ini, kegiatan edukasi lebih banyak dilakukan dengan memanfaatkan berbagai platform digital mulai dari website hingga media sosial. Setiap pekan, kegiatan edukasi rutin dilakukan melalui Instagram Live yang membahas beragam topik terkait gaya hidup sehat untuk mencegah diabetes melitus. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan komunitas lain hingga organisasi kedokteran.

Selain kegiatan promotif dan preventif, komunitas Sobat Diabet juga melakukan kegiatan suportif untuk membantu para penderita diabetes, antara lain memberikan alat glukometer untuk memantau sendiri kadar gula darah, hingga memberikan kursi roda untuk penderita diabetes yang baru diamputasi.

“Kita juga membuat group WhatsApp untuk orang-orang dengan kerabat diabetes. Ini untuk meluruskan berbagai macam informasi yang tidak benar terkait diabetes atau obat-obatan diabetes yang banyak muncul di media sosial,” ungkap dr. Rudy.

Saat ini jumlah anggota Sobat Diabet sudah lebih dari 500 orang dan tersebar di seluruh Indonesia. Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan, dr. Rudy berharap awareness anak-anak muda terkait bahaya diabetes bisa meningkat, sehingga harapannya risiko diabetes bisa ditekan atau dikurangi dan meningkatkan angka harapan hidup serta kualitas Kesehatan para anggota.

 

SUMBER: INFO BPJS KESEHATAN ED. 95

Trending News

MEDIA SOSIAL RESMI