Pandemi Covid-19 diperkirakan masih panjang. Seluruh dunia tak terkecuali pemerintah Indonesia tengah mengupayakan vaksin dan obat untuk menangkal virus SARS COV-2 penyebab Covid-19.  Tetapi, kita semua warga negara sebenarnya bisa berkontribusi untuk mengendalikan virus ini.

Caranya tidak terlalu sulit untuk menghindari risiko terpapar. Ikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, yaitu selalu pakai masker ketika berada di luar rumah, selalu mencuci tangan pakai sabun, jaga jarak, hindari kerumunan, dan sedapat mungkin tetap tinggal di rumah apabila tidak ada urusan mendesak untuk keluar.

Tak kalah penting adalah selalu berperilaku hidup sehat agar imunitas tubuh terjaga. Dilansir dari Alodokter, sistem kekebalan tubuh atau sistem imun terdiri dari sekumpulan sel, jaringan, dan organ tubuh yang saling bekerja sama untuk melindungi tubuh dari serangan virus, bakteri, jamur, dan parasit. Saat sistem kekebalan tubuh lemah, kuman-kuman tersebut dengan mudah masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan infeksi.

Jika kekebalan tubuh kuat, tidak akan mudah jatuh sakit. Sebaliknya jika imunitas lemah, penyakit infeksi mudah menyerang termasuk penyakit Covid-19. Untuk meningkatkan kekebalan tubuh, ada berbagai cara sederhana yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan menjalani gaya hidup dan pola makan yang sehat.

Dokter Reisa Broto Asmoro yang juga adalah Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan, mempertahankan gizi seimbang sangat penting guna memperkuat daya tahan tubuh. Yang perlu dilakukan adalah mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat seperti jagung, kentang, ubi, dan sagu. Konsumsi kacang-kacangan juga tak kalah penting, contohnya tempe yang terbuat dari kedelai.

Konsumsi juga sayur dan buah yang merupakan sumber serat. Sayur dan buah kaya vitamin seperti vitamin A, B complex, dan zink, serta antioksidan yang sangat penting bagi tubuh. Reisa juga menyarankan masyarakat untuk mengurangi makanan tinggi garam dan lemak, utamanya makanan kemasan.

Melakukan aktivitas fisik juga penting. Semua asupan gizi dan aktifitas yang dilakukan tentu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh tiap individu. Untuk masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, Reisa menyarankan untuk membawa bekal. Jika terpaksa beli di luar rumah, maka ia berpesan agar memperhatikan sisi kebersihan.

"Disarankan take away (bawa pulang) atau membawa alat makan sendiri. Jangan lupa jaga kebersihan tangan untuk cuci tangan,” ujar Dokter Reisa dalam sebuah dialog virtual, baru-baru ini.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut gaya hidup sehat untuk menjaga imunitas :

1. Konsumsi makanan sehat

Makanan sehat yang bernutrisi tinggi dapat membantu meningkatkan kinerja sistem kekebalan tubuh. Beberapa jenis makanan yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh tersebut, misalnya bayam, bawang putih, brokoli, buah-buahan, dan lain-lain.

 

2. Aktivitas fisik dan olahraga

Latihan fisik yang cukup (tak berlebihan) membantu proses regenerasi sel imun, serta mengurangi peradangan di tubuh. Jika hanya di rumah karena PSBB, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan berjalan kaki mengelilingi pekarangan rumah atau lakukan aktivitas di rumah yang bisa menguras tenaga.

 

3. Tidur teratur

Pola tidur memegang peranan penting dalam menjaga imunitas. Tubuh melepaskan protein sitokin selama kita tertidur. Protein tersebut sangat diperlukan ketika kita mengalami stres, infeksi atau peradangan. Kurang tidur bisa mengganggu produksi protein sitokin yang menyebabkan antibodi dan sel untuk melawan infeksi turut berkurang. Dengan kata lain, tidur cukup penting untuk melawan infeksi. National Sleep Foundation menyebutkan orang dewasa perlu mencukupkan tidur minimal 7-9 jam dalam sehari.

 

4. Kendalikan stres

Stres termasuk dalam penyakit pikiran yang berakibat pada penurunan sistem imun. Saat stres sistem imun berkurang dan dapat membuat tubuh menjadi lemas, mudah sakit, dan kurang bergairah. Jangan biarkan pikiran negatif terus berada dalam pikiran, karena dapat membuat otak rentan mengalami stres. Cara sederhana menghilangkan stres, misalnya istirahat sejenak dari aktivitas yang padat, pergi ke tempat tenang, lakukan aktivitas yang disukai atau hobi, dan lain-lain.

 

5. Berhenti merokok

Rokok sama sekali tak ada manfaat untuk kesehatan. Rokok dikaitkan dengan penyakit paru, kanker paru, dan penyakit jantung koroner. Dalam kaitannya dengan sistem imun, rokok dapat mengganggu berbagai sel imun, seperti sel CD4+, sel T-helper, sel limfosit B, dan sel limfosit T memori. Banyak ahli menyebut rokok meningkatkan risiko komplikasi Covid-19.

 

6. Berjemur di bawah sinar matahari

Sejak Covid-19 mulai merebak, banyak anjuran untuk berjemur. Apa hubungannya ? Berjemur di matahari bukan untuk membunuh virus corona. Anjuran tersebut kaitannya dengan asupan vitamin D, salah satu vitamin yang berperan menjaga daya tahan tubuh dan tulang. Sumber utama vitamin D adalah sinar matahari berupa sinar ultraviolet B yang bisa didapatkan saat tubuh, terutama bagian permukaan kulit, terpapar secara langsung oleh cahaya matahari

 

7. Bila perlu konsumsi vitamin

Konsumsi multivitamin mungkin diperlukan jika merasa tak sanggup mendapatkan nutrisi dari makanan segar. Namun, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen, untuk menghindari risiko efek samping.

 

Sumber: Majalah Info BPJS Kesehatan Ed. 88

Trending News

MEDIA SOSIAL RESMI