Apa itu Kafein? Dan Bagaimana Efeknya Pada Tubuh?

Kafein adalah zat yang terasa pahit yang terdapat pada lebih dari 60 tumbuhan, diantaranya yang biasa kita temukan yaitu:

  • Biji kopi
  • Daun teh
  • Kacang Kola (yang digunakan untuk minuman cola)
  • Biji kakao (yang digunakan untuk membuat produk coklat)

 

Ada juga kafein sintetis (buatan manusia) yang ditambahkan ke beberapa obat, makanan, dan minuman. Misalnya, beberapa pereda nyeri, obat flu, dan obat bebas mengandung kafein sintetis. Begitu pula minuman energi dan permen karet serta makanan ringan yang "meningkatkan energi".

 

Kebanyakan orang mengonsumsi kafein dari minuman. Jumlah kafein dalam minuman yang berbeda bisa sangat bervariasi. Jumlah kafein yang dikonsumsi juga dapat memberikan efek yang berbeda pada tubuh. Efek tersebut bisa memberikan efek yang positif maupun negatif. Jika jumlah kafein yang dikonsumsi tidak berlebihan, kafein dapat memberikan efek yang positif bagi tubuh. Menurut National Institutes of Health, efek positif kafein yaitu:

  1. Dapat meningkatkan mood dan fungsi otak
  2. Dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak
  3. Dapat meningkatkan daya tahan saat olahraga

 

Selain efek positifnya, kafein juga memiliki efek negatif jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan. Maka dari itu, Anda juga harus jumlah kafein yang Anda konsumsi ya!

 

Berikut ini adalah efek negatif dari kafein berdasarkan peneltian dari National Institutes of Health :

  • Meningkatkan pelepasan asam di perut, terkadang menyebabkan sakit perut atau maag
  • Dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh
  • Kegelisahan
  • Insomnia
  • Sakit kepala
  • Irama jantung yang cepat atau tidak normal
  • Dehidrasi
  • Ketergantungan, semakin lama Anda perlu mengonsumsi lebih banyak kafein untuk mendapatkan hasil yang sama

 Efek kafein berbeda-beda pada setiap orang karena beberapa orang lebih sensitif terhadap efek kafein dibandingkan yang lainnya.

 

Lalu, siapa yang harus menghindari atau membatasi konsumsi kafein?

Anda harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan jika Anda harus membatasi atau menghindari kafein, jika:

  • Sedang hamil, karena kafein melewati plasenta ke bayi Anda
  • Sedang menyusui, karena sejumlah kecil kafein yang Anda konsumsi diteruskan ke bayi Anda
  • Mengalami gangguan tidur, termasuk insomnia
  • Menderita migrain atau sakit kepala kronis lainnya
  • Memiliki gangguan kecemasan (anxiety)
  • Menderita GERD atau maag
  • Memiliki ritme jantung yang cepat atau tidak teratur
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Mengonsumsi obat atau suplemen tertentu, termasuk stimulan, antibiotik tertentu, obat asma, dan obat jantung. Tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan Anda, apakah mungkin ada efek antara kafein dan obat-obatan dan suplemen yang Anda konsumsi.
  • Anak-anak atau remaja. Keduanya tidak boleh mengonsumsi kafein sebanyak orang dewasa. Anak-anak bisa sangat sensitif terhadap efek kafein.

 

Sumber:

https://medlineplus.gov/