30 Jul 2020
  |  
Dilihat : 15 kali

Senam Neuromove Cegah Kerusakan Saraf Tepi

Aktivitas sehari-hari tanpa disadari ternyata menempatkan kita pada risiko menderita kerusakan saraf tepi atau neuropati. Mereka yang terlalu lama mengetik dengan laptop, duduk di posisi yang sama selama berjam-jam, dan mengendarai motor dengan durasi lama risikonya lebih tinggi. Jika aktivitas tersebut dilakukan dengan posisi yang salah dan tidak diimbangi dengan latihan fisik, maka dapat menyebabkan gangguan saraf tepi.

 

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dokter Ade Tobing, memberikan penjelasan mengenai kerusakan saraf tepi dan cara mencegahnya. Menurut  dokter, karena keasyikan mengetik di laptop atau gadget membuat seseorang mengabaikan posisi duduknya. Padahal posisi membungkuk dan menunduk selama berjam-jam itu ternyata dapat mengganggu posisi tulang belakang, terutama bagian leher (servikal) yang terdapat saraf. Semakin tidak teratur posisi duduk, semakin tinggi tingkat keparahan pada tulang.

 

“Seharusnya posisi duduk itu selalu sejajar atau tegak lurus. Kalau pun posisi duduk salah lalu muncul rasa keram atau baal, maka harus segera diluruskan, paling lama dua jam harus ubah posisi,” kata dokter Ade.

 

Kerusakan saraf tepi adalah kerusakan sistem saraf yang ada di seluruh tubuh, kecuali belakang dan otak. Kerusakan ini menimbulkan gejala-gejala, yang apabila tidak diatasi bisa berujung pada kelumpuhan dan kerusakan sistem motorik. Seperti kesemutan, baal atau mati rasa, kehilangan keseimbangan dan koordinasi, rasa perih menyengat, dan rasa sakit pada saraf perifer. Sedangkan pada saraf motorik gejalanya seperti kram otot, kelemahan otot, dan penurunan masa otot. Kondisi seperti ini jika kita diabaikan tentu semakin menurunkan kualitas hidup penderitanya.

 

Kerusakan saraf tepi umumnya terjadi pada pasien diabetes. Pada pasien diabetes, kerusakan saraf tepi merupakan komplikasi paling serius. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan kerusakan pada serabut saraf di seluruh tubuh, seperti tungkai, kaki, peredaran darah, jantung, sistem pencernaan, dan saluran kemih.

 

Kerusakan saraf ini memang sulit untuk disembuhkan, tapi pengobatan yang ada bisa mengurangi gejala yang timbul. Pengobatan kerusakan saraf tepi pada prinsipnya ada dua, yakni menghilangkan atau mengontrol gejala, dan bila memungkinkan mengobati penyebabnya. Jika penyebabnya adalah diabetes, maka diabetesnya harus dikontrol untuk mengurangi kerusakan pada saraf. Jika penyebabnya adalah kekurangan Vitamin B, maka harus diberikan vitamin B.

 

Tetapi, gejala-gejala kerusakan saraf tepi karena ativitas kurang sehat bisa dicegah dengan olahraga. Dokter Ade Tobing menyarankan olahraga rutin guna melenturkan otot dan saraf, seperti aerobik dengan intensitas sedang serta peregangan (stretching). Aerobik bisa dilakukan selama 30-60 menit dalam sehari, dan stretching selama 10 menit per hari.

 

Oleh ahlinya, berbagai gerakan untuk melenturkan otot dan saraf digabung menjadi senam yang dikenal dengan Neuoromove. Senam ini merupakan latihan fisik yang didesain secara khusus untuk mengaktifkan sel-sel saraf, seperti gerakan menyilang batang tubuh, koordinasi bola mata, tangan, kaki, keseimbangan, dan fokus pada gerakan stretching. Dengan gerakan ini menghindari cidera dan mencegah gejala neuropati.

 

Gerakan senam Neuromove berdurasi 30 menit, terdiri dari latihan pemanasan (aerobik dan peregangan), gerakan inti, latihan keseimbangan, dan latihan pendinginan. Senam Neuromove ini dapat menjadi alternatif pencegahan neuropati yang mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja. Setiap gerakan dari senam Neuromove ini memberikan banyak manfaat. Pertama, mengurangi ketegangan dan  membuat tubuh lebih rilek. Kedua, membantu koordinasi gerakan yang lebih bebas dan mudah. Ketiga, membantu mencegah cidera, membuat aktivitas berat menjadi lebih mudah, dan membantu memelihara tingkat kelenturan.

 

Latihan peregangan bisa dilakukan cengan cara. Antara lain :

  1. Berdiri tegak kaki selebar bahu. Angkat lengan kanan lurus ke atas, tangan kiri memegang pergelangan tangan secara perlahan turun 1 hitungan, memegang siku tahan 7 hitungan. Bergantian lengan kiri.
  2. Berdiri tegak kaki selebar bahu. Kedua tangan posisi saling menggenggam di depan dada dengan sikut di angkat. Putar batang tubuh ke kanan, tahan 8 hitungan. Bergantian ke kiri tahan 8 hitungan.
  3. Berdiri tegak kaki selebar bahu. Kedua tangan saling menjalin di belakang ke arah kanan tubuh. Lengan kiri menjulur lurus sedangkan lengan kanan membentuk siku. Kepala dimiringkan ke arah bahu kanan, tahan selama 8 hitungan. Bergantian ke kiri tahan 8 hitungan.
  4. Berdiri tegak kaki selebar bahu. Pegang bahu kiri dengan tangan kanan sambil kepala menoleh ke kanan tahan 8 hitungan. Tangan kiri rileks. Bergantian ke kiri tahan 8 hitungan.
  5. Berdiri tegak kaki selebar baru. Angkat lengan kanan lurus ke depan sejajar bahu, tekukkan pergelangan tangan hingga jari-jari menghadap ke bawah. Tahan 8 hitungan. Bergantian pada lengan kiri. **

 

Sumber Media Info BPJS Kesehatan Ed. 79