10 Jun 2020
  |  
Dilihat : 45 kali

Kamu Termasuk Yang Sering Pakai Softlens ? Wajib Tahu Ini

 

 

Penggunaan lensa kontak atau lebih dikenal dengan softlens menjadi favorit di kalangan anak muda. Soflens berguna untuk yang punya mata minus. Menggunakan softlens dapat membantu penglihatan sekaligus menunjang penampilan. Tetapi ada pula yang sekadar bergaya agar bisa tampil on point.

 

Memilih pakai softlens ketimbang kaca mata sah-sah saja. Asalkan kamu harus tahu cara memperlakukan dan memilih softlens yang aman sehingga tidak membahayakan kesehatan. Karena seringkali keinginan untuk mempertajam penglihatan atau sekadar bergaya tak seiring dengan pengetahuan yang cukup. Akibatnya bisa fatal. Banyak kasus yang memperlihatkan bagaimana pemakaian softlens memicu kerusakan mata hingga kebutaan permanen.

 

Hal ini pun diakui dokter spesialis mata, Maya Soewandono. Dokter Maya yang berpraktik di Klinik Mata Nusantara EyeCare di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan ini, mengatakan, tidak sedikit pasien yang datang ke dokter dengan keluhan peradangan kornea atau keratitis akibat penggunaan softlens yang tidak tepat.

 

Di temui di sela-sela konferensi pers mengenai tindakan lasik terhadap artis Yuki Kato, baru-baru ini, dokter Maya menjelaskan, kornea mata membutuhkan oksigen dari luar untuk hidup. Penggunaan softlens dalam waktu lama akan membuat kornea mata tidak memperoleh asupan oksigen tersebut. Selain itu, karena penggunaan atau perawatan softlens yang tidak sesuai menyebabkan terjadi infeksi dan luka pada kornea. Luka atau borok pada kornea inilah yang pada akhirnya menyebabkan kebutaan permanen.

 

“Akibat yang paling kita takutkan adalah terjadi infeksi di bola mata yang kemudian mengalami luka. Bekas luka di bagian tengah bola mata ini permanen, yang menutupi masuknya cahaya dan oksigen ke bola mata, dan bisa sebabkan buta permanen,” tutur Maya.

 

Keratitis atau peradangan pada kornea bersifat fatal apabila penanganannya terlambat atau tidak sempurna. Komplikasi lain dari keratitis adalah timbulnya luka pada kornea atau dikenal dengan istilah ulkus kornea, yaitu luka terbuka pada bagian tipis yang menutupi iris (bagian yang berwarna pada mata). Kondisi ini juga berisiko terjadi kebutaan.

 

Softlens bisa menjadi sumber penularan utama infeksi. Jarak yang sangat dekat antara lensa dengan mata memungkinkan perpindahan bakteri, jamur, parasit, atau virus dari permukaan lensa ke sekitar permukaan cairan mata. Awalnya infeksi tidak menunjukkan gejala serius, namun lama kelamaan dapat menyebabkan kerusakan mata menetap.

 

Semua kondisi ini bermula dari penggunaan softlens yang tidak benar. Kebiasaan buruk seperti membersihkan lensa tidak benar, membiarkan lensa kontak terkena air, mencucinya di air kran, merendamnya semalaman, penggunaan cairan pembersih yang tidak sesuai, dan tidak mengganti lensa kontak secara berkala. Parahnya lagi, ada yang memakai lensa kontak hingga tidur, saat mandi, bahkan berenang. Belum lagi, saat memasang atau melepas lensa kontak tangan si pengguna tidak bersih atau tanpa sadar mata terkena goresan kuku.

 

“Yang kerap memicu terjadinya infeksi karena penggunaannya yang terlalu lama dan pada situasi tidak tepat, misalnya dipakai sampai tidur atau berenang. Ini seringkali dilakukan pengguna tanpa sadar,” tutur Maya.

 

Lalu, bagaimana caranya mengurangi risiko infeksi saat memakai lensa kontak ? Mengacu berbagai sumber, yang paling penting adalah tangan harus dipastikan steril ketika memegang dan memasang lensa di mata. Cuci tangan dengan sabun dan air secara menyeluruh dan keringkan sebelum menyentuh lensa kontak. Lepaskan lensa kontak sebelum tidur, mandi atau berenang. Gosok atau cuci lensa kontak dengan larutan desinfektan setiap kali dilepas. Bersihkan wadah dengan larutan dan simpan terbalik setiap habis pakai. Untuk lama pemakaian sebaiknya maksimal 6-8 jam. Selama penggunaannya bantu dengan cairan tetas mata agar mata tidak kering. Cek selalu tanggal kadaluarnya.

 

Tak kalah penting adalah memilih jenis softlens yang aman dan nyaman. Pilih softlens berbahan lunak sesuai bentuk/diameter atau kondisi mata, sehingga nyaman dipakai. Softlens dengan kadar air tinggi dapat meneruskan lebih banyak oksigen pada mata, sehingga kualitas kornea tetap terjaga. Harga biasanya mencerminkan kualitas. Jangan sampai merusak mata hanya gara gara tergiur harga murah.

 

Sebaiknya beli softlens di optik yang terpercaya atau sudah terdaftar di pemerintah. Sebuah riset menunjukkan pengguna softlens lima kali lebih berisiko terkena infeksi jika mereka membeli lensa kontak di internet. Ini karena lebih sedikit informasi atau peringatan mengenai kebersihan lensa, perawatan dan penggunaannya. Ada baiknya sebelum memilih produk, konsultasikan dengan dokter khususnya yang mata minus.

 

Sumber: Info BPJS Ed. 71