24 Mar 2020
  |  
Dilihat : 73 kali

Aktivitas Fisik Hindari Stres

 

Kesehatan bukanlah segalanya namun tanpa kesehatan semuanya menjadi tidak berarti. Pernahkah  Anda terbaring lemah di ruang perawatan rumah sakit atau melihat kerabat yang sakit terbaring?  Ketika jatuh sakit dan harus berbaring di rumah sakit, apa artinya harta yang melimpah,  apa artinya rumah yang mewah, tak bisa menikmati makanan sesuai selera sendiri. Karena sakit menjadi tak berdaya.  

 

Namun sebagian masyarakat sering mengabaikan soal kesehatan. Kebiasaan merokok misalnya, dianggap tidak berbahaya, ditambah lagi jarang berolahraga, dan mengkonsumsi makanan yang tidak seimbang dan tidak memenuhi kebutuhan gizi. Tanpa disadari kebiasaan itu menjadi sumber  yang memicu datangnya penyakit. Sinyal-sinyal peringatan pun muncul seperti kepala terasa pusing, tubuh demam, jantung berdebar, perasaan gelisah, tubuh menjadi lemah. Namun, masih saja hal itu dianggap enteng.

 

Jangan tunggu sakit. Yuk, di tahun 2020 membuat resolusi sehat, mengubah kebiasaan buruk di hari-hari yang sudah lewat menjadi kebiasaan cara hidup yang sehat mulai hari ini dan seterusnya. Hasil yang ingin dicapai tentunya sehat fisik dan mentalnya.

Mulai dengan mengatur pola makan yang baik untuk menjaga kesehatan. Selain itu melalukan aktivitas fisik atau berolahraga secara teratur dan terukur. Lakukan mulai yang sederhana berjalan kaki setiap pagi selama minimal 15 menit. Bisa juga lari, bersepeda, berenang, atau bergabung dengan komunitas olahraga di tempat kebugaran atau fitness center.

Untuk mendukung kegiatan berolahraga, tidak ada salahnya mulai menyiapkan dana untuk membeli sepatu untuk olah raga atau sepeda atau membeli alat treadmill agar bisa mengukur kemampuan larinya.

Melakukan olahraga secara teratur dapat memelihara kebugaran fisik dan mental, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta mencegah munculnya penyakit tidak menular atau degeneratif, seperti diabetes dan hipertensi.  Menurut sebuah penelitian, olahraga secara teratur bisa meningkatkan fungsi otak sehingga dapat mencegah penyakit otak, seperti alzheimer dan parkinson.

Aktivitas fisik akan menguatkan otot jantung, menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kolesterol "baik" (HDL) dan menurunkan kolesterol "jahat" (LDL), memperbaiki aliran darah dan meningkatkan kapasitas kerja jantung.

Jantung yang kuat, sehat dan selalu mendapatkan oksigen yang penuh, mempunyai daya tahan yang lebih kuat dalam keadaan krisis oksigen.  Namun bagi Anda yang mempunyai keluhan jantung, sebaiknya konsultasi dengan dokter keluarga Anda, karena ada olahraga yang khusus untuk pasien jantung.

Dengan berolahraga teratur juga dapat menurunkan tekanan darah yang tinggi. Hal ini disebabkan karena aktivitas fisik akan mengurangi lemak tubuh.  Saat ini banyak kelompok usia muda sudah mengidap hipertensi atau darah tinggi. Jika diabaikan tanpa melakukan penanggulangan dini, maka bisa berlarut dan memicu terjadinya serangan jantung dan masalah kesehatan lainnya.

Berolahraga juga bisa mencegah terjadinya penumpukan gula dalam darah. Bagi  penderita diabetes yang belum tergantung  pada insulin dapat “disembuhkan”  (stabil kondisi kadar gula dalam darahnya) dengan pengaturan makanan dan olahraga yang tepat. Sehingga hidup lebih berkualitas.

Lari bisa mengurangi lemak tubuh dan diganti dengan otot.Kemampuan tubuh untuk menggunakan kalori juga menjadi lebih baik. Kurangnya bergerak telah menjadi penyebab utama dalam kegemukan seperti banyak dialami masyarakat modern saat ini. Kehilangan lemak tubuh setelah olahraga dan menjalani pola makan sehat akan mengurangi tingkatan glukosa dan insulin kepada penderita diabetes yang tidak bergantung kepada insulin.

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga penting untuk diperhatikan. Menurut penelitian, olahraga ternyata mampu memperbaiki suasana hati dan rasa percaya diri. Sehingga akan mencegah terjadinya stres dan kecemasan.

Tidur yang cukup bisa ditambahkan dalam daftar resolusi sehat. Kelihatannya sederhana tetapi kenyataannya banyak orang sulit menerapkan pola tidur sehat. Idealnya, orang dewasa membutuhkan rata-rata tujuh jam perhari untuk tidur. Jika tidak tercapai minimal bisa tidur berkualitas, karena tidur sangat berperan penting bagi kesehatan tubuh dan pikiran.

Menurut sebuah penelitian, kurang tidur dapat melambat proses berpikir otak. Hal ini berdampak pada munculnya masalah memori di otak, peningkatan risiko depresi, kurangnya kekebalan tubuh, memicu tekanan darah tinggi,  diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Nah, di tahun 2020, mulailah menata kamar tidur agar nyaman, hindari suara bising dan mematikan lampu atau kurangi cahaya saat tidur.

Hindari stres di tahun 2020, agar tubuh lebih kuat menangkal berbagai penyakit. Caranya, antara lain dengan melakukan meditasi sambil mendengarkan musik yang tenang. Menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya, dan bersosialisasi dengan berkumpul menjalin silaturahmi dengan teman atau keluarga.

Penelitian menunjukkan, sosialisasi atau bersilaturahmi bisa memperpanjang usia karena mampu menangkal penyakit seperti demensia dan alzheimer.  Terhubung dengan banyak orang akan membuat seseorang merasa lebih didukung dan dicintai. Oleh karena itu, tidak selamanya, media sosial (medsos) itu berdampak buruk, sebagian masyarakat memanfaatkannya sebagai cara untuk menyambung silaturahmi. 

Mengasah kecerdasan emosional juga sangat berkaitan dengan kesehatan mental. Kesehatan emosional yang rendah bisa membuat orang sulit mencapai pikiran yang sehat.  Oleh karena itu, belajar mengenali emosi sendiri dan mampu mengontrolnya serta berempati dengan orang lain adalah cara yang bisa meningkatkan kesehatan mental.

Masih ada hal penting yang perlu masuk dalam resolusi sehat Anda yaitu melakukan medical check up (cek kesehatan) bisa cek kesehatan lengkap atau sebagian saja. Minimal setiap bulan cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat. Semakin dini diketahui yang tidak normal dalam tubuh kita semakin mudah untuk diobati atau dicegah agar tidak sampai menjadi komplikasi. Hidup sehat hidup berkualitas, sehat fisik dan sehat mentalnya.

 

SUMBER:

Info BPJS Edisi 45