Balikpapan, Jamkesnews - Askes layanan kesehatan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kini semakin dipermudah. Dengan adanya digitalisasi layanan, peserta JKN-KIS tidak perlu lagi untuk mengantre lama di fasilitas kesehatan. BPJS Kesehatan selaku badan penyelenggara program JKN-KIS memberikan kemudahan akses layanan kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN.

Peserta JKN-KIS dapat memanfaatkan fitur pendaftaran pelayanan pada aplikasi tersebut. Dalam proses pemanfaatannya, peserta JKN-KIS dapat melakukan pendaftaran pelayanan pada aplikasi Mobile JKN maksimal satu hari sebelumnya. Dengan aplikasi ini diharapkan peserta JKN-KIS dapat memperoleh kemudahan dan tidak membuang waktu yang cukup lama untuk mengantre di fasilitas kesehatan.

Penerapan layanan ini ditinjau langsung oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Jum''at (05/11). Dalam kunjungannya ke Puskesmas Mekarsari di Kota Balikpapan, dirinya mengapresiasi penerapan layanan digital yang diberikan oleh fasilitas kesehatan. Tentunya, penerapan layanan ini perlu kerjasama yang baik antara BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan.

“Dengan adanya layanan antrean online ini, peserta JKN-KIS sudah tidak perlu lagi menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Peserta cukup melakukan pendaftaran dan mendapatkan nomor antrean melalui aplikasi Mobile JKN. Dengan adanya fitur tersebut, peserta JKN-KIS dapat memperkirakan waktu kedatangan ke fasilitas kesehatan,” ujar Ali Ghufron Mukti.

Ghufron menambahkan selain fitur tersebut, peserta JKN-KIS dapat melakukan konsultasi secara online melalui aplikasi Mobile JKN. Peserta JKN-KIS yang ingin melakukan konsultasi kesehatan dapat memanfaatkan menu konsultasi dokter yang ada dalam aplikasi tersebut. Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada fasilitas kesehatan yang telah menerapkan layanan digital ini, tentu kolaborasi antara BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan ini sangat diperlukan.

Dalam kunjungannya tersebut, Dirut BPJS Kesehatan juga menyempatkan menyapa salah satu peserta JKN-KIS yang sedang menunggu nomor antrean, bernama Hamzi. Hamzi menyampaikan bahwa dirinya telah memanfaatkan layanan pendaftaran layanan pada aplikasi Mobile JKN.

“Dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN jadi lebih mudah untuk daftar pelayanan ke Puskesmas. Jadi, sehari sebelumnya kita sudah bisa mengambil nomor antrean. Menurut saya, dengan adanya fitur ini di aplikasi Mobile JKN memudahkan kita sebagai peserta,” ujar Hamzi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mekarsari, Lily Anggraini, menyebutkan bahwa fasilitas kesehatannya telah melakukan penerapan layanan kesehatan digital tersebut. Selama penerapannya, hampir 50  persen pemanfaatan layanan ini diterima oleh para peserta. Berbagai upaya telah dilakukan oleh dirinya berserta tim untuk memberikan informasi ini kepada para peserta. Upaya tersebut antara lain seperti sosialisasi langsung kepada peserta, sosialisasi dengan pemasangan banner atau poster dan juga melalui media sosial.

 “Penerapan layanan digital ini sudah kami lakukan sejak bulan Agustus kemarin. Dalam prosesnya, kami dengan BPJS Kesehatan selalu melakukan koordinasi agar layanan digital ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh peserta JKN-KIS. Selain itu, kami juga melakukan upaya sosialisasi kepada peserta JKN-KIS untuk memanfaatkan fitur layanan digital yang ada di aplikasi Mobile JKN. Kami juga mengucapkan terimakasih atas kedatangan Direktur Utama BPJS Kesehatan yang telah melihat kondisi penerapan layanan digital ini. Mudah-mudahan pelayanan digital ini akan semakin baik dan kendala-kendala dalam penerapannya akan segera teratasi,” tutup Lily.(KA/yo)