JAKARTA, Jamkesnews –  Sebagai upaya dalam peningkatan kualitas layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan meluncurkan nomor layanan Care Center 165, simplifikasi rujukan thalasemia mayor dan hemofilia serta portal web Jurnal JKN. Berbagai inovasi layanan ini diluncurkan serentak dan dihadiri oleh Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), serta Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, di Jakarta, Senin (13/09)

“Ini juga merupakan komitmen kami, terlebih dalam memperingati Hari Pelanggan yang jatuh 4 September lalu serta HUT ke-53 BPJS Kesehatan, kami persembahkan kepada pelanggan kami, peserta BPJS Kesehatan serta masyarakat berbagai inovasi dan terobosan berbasis teknologi informasi untuk menunjang penyelenggaraan Program JKN yang berkeadilan dalam melayani peserta di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Utama BPJS kesehatan, Ali Ghufron Mukti. 

Ghufron berharap, layanan yang  diluncurkan pada hari ini dapat memberikan kemudahan akses layanan serta mengakomodir harapan dan memenuhi kebutuhan peserta maupun para pemangku kepentingan. “Kami juga mohon dukungan dari seluruh stakeholder, untuk bersama-sama mengawal berjalannya Program JKN-KIS, agar seluruh peserta mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” kata Ghufron. 

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan dengan adanya nomor care center yang baru dan penyederhanaan rujukan untuk Thalasemia mayor dan Hemofilia hingga Jurnal JKN, menjadi bentuk layanan yang inklusif. Menurut Yuri, BPJS Kesehatan harus menjadi organisasi yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melakukan berbagai perbaikan.

"Kita harus berlari untuk memenuhi kebutuhan pelanggan JKN, agar kemudian tidak bicara seberapa cepat merespon masalah, tapi kualitas dalam merespon kebutuhan. Dari sisi masyarakat mereka mengharapkan solusi, bukan kecepatan menjawab tanpa solusi. Ini menjadi tantangan kita semua," kata Achmad Yurianto.

Sementara itu, Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional, TB A. Choesni mengapresiasi upaya peningkatan kualitas layanan yang dilakukan BPJS Kesehatan. Ia mengimbau agar BPJS Kesehatan dapat meningkatkan sosialisasi terkait nomor care centre terbaru sehingga masyarakat dapat menikmati layanan tersebut.

"Kita harus meningkatkan komunikasi termasuk terkait transisi antara 1500400 menjadi 165. Karena itu harus dilakukan oleh BPJS Kesehatan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada para peserta. Sehingga apa yang diharapkan dapat dinikmati oleh para peserta," pungkasnya.