Balikpapan, Jamkesnews - Predikat Universal Health Coverage (UHC) 100% bagi Kota Balikpapan akan segera terwujud. Pasalnya, beberapa waktu yang lalu Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengungkapkan dukungannya terhadap program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan memastikan seluruh atau 100% penduduknya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS baik itu Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), Peserta Penerima Upah (PPU) ataupun segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) sehingga tidak ada lagi penduduk Kota Balikpapan yang tidak memiliki jaminan kesehatan.

BPJS Kesehatan menyambut baik hal tersebut dengan memberikan peningkatan pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Kini antrean elektronik dapat dimanfaatkan langsung oleh peserta JKN-KIS. Berjalannya layanan antrean elektronik tersebut di pastikan langsung oleh Direktur Pelayanan Jaminan Kesehatan (Dirjampelkes) BPJS Kesehatan pada saat mengunjungi Kota Balikpapan, Selasa (24/08). Dirinya menyampaikan dengan adanya aplikasi antrean elektronik ini, peserta JKN-KIS tidak perlu lagi menunggu lama di fasilitas kesehatan.

"Untuk peserta JKN-KIS yang ingin mengakses layanan kesehatan ke fasilitas kesehatan dapat mengambil nomor antrean melalui aplikasi Mobile JKN. Jadi waktu tunggu layanan di faskes tidak lama, peserta juga dapat memperkirakan kapan waktu datang ke fasilitas kesehatan dengan melihat nomor antrean yang telah dilayani pada aplikasi Mobile JKN. Harapannya, peserta JKN-KIS dapat memanfaatkan layanan ini sehingga waktu tunggu tidak lama, mengingat kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19," ujar Lily saat mengunjungi salah satu fasilitas kesehatan di Kota Balikpapan. Sebagai informasi, jumlah fasilitas kesehatan di Kota Balikpapan yang telah menerapkan antrean elektronik ini ada sebanyak 49 fasilitas kesehatan.

Lily menambahkan bahwa dalam  kegiatan vaksinasi Covid-19, BPJS Kesehatan telah mempersiapkan data mengenai kelompok rentan dan lanjut usia yang dperoleh dari Program Penyakit Kronis (Prolanis) BPJS Kesehatan.

“Dalam penetapan prioritas vaksin Covid-19, baik pemerintah pusat maupun daerah dapat memanfaatkan data prolanis yang dimiliki BPJS Kesehatan. Jadi dari data tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam penentuan prioritas vaksinasi Covid-19, semua yang terlibat dalam proses vaksinasi ini diharapkan dapat terbantu dengan adanya data dan aplikasi dari BPJS Kesehatan,” ungkap Lily.

Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah Kaltimtengseltara BPJS Kesehatan Prio Hadi Susatyo menyebutkan selain antrean elektronik, dukungan BPJS Kesehatan diberikan melalui aplikasi P-Care Vaksinasi yang digunakan dalam setiap kegiatan vaksinasi Covid-19. Pada hari yang sama, pelaksanaan vaksinasi digelar serentak di Provinsi Kalimantan Timur yang dikunjungi dan dipantau langsung oleh Presiden Joko Widodo, telah didukung oleh aplikasi P-Care Vaksinasi BPJS Kesehatan. Tercatat adanya pemanfaatan 15.700 vaksin diberikan kepada peserta yang tersebar di seluruh kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur dalam satu hari.

“BPJS Kesehatan juga memberikan dukungan melalui aplikasi P-Care Vaksinasi pada kegaitan vaksinasi Covid-19 yang digelar serentak di Provinsi Kalimantan Timur hari ini. Tentunya aplikasi tersebut dapat membantu tenaga kesehatan untuk mendata, melakukan screening, melaporkan hingga mencetak kartu vaksinasi, sehingga diharapkan proses vaksinasi dapat dilakukan dengan cepat,” ujar Prio.

Salah satu peserta JKN-KIS, Indah, yang memanfaatkan antrean elektronik menyebutkan dirinya mendapatkan kemudahan dalam mendaftar pelayanan di fasilitas kesehatan.

“Mengambil nomor antrean dari aplikasi Mobile JKN jadi lebih mudah, tidak perlu lagi untuk menunggu lama di klinik. Ditambah lagi untuk mengambil nomor antrean bisa diambil satu hari sebelumnya. Jadi kira bisa atur-atur waktu juga,” ungkap Indah. (KA/yo)