12 Mar 2020
  |  
Dilihat : 146 kali

Ketum PB IDI : Intervensi Digital Mudahkan Peserta JKN dan Kurangi Risiko Tertular Penyakit

Malang, Jamkesnews - Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengungkapkan apresiasinya terhadap FKTP yang berkomitmen memberikan kemudahan layanan bagi peserta JKN-KIS. Menurutnya inovasi digital harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemberi pelayanan publik.

"Intervensi digital sangat membantu peserta JKN untuk dapat pelayanan yang lebih baik. Mengatasi semua problem penumpukan waktu antrean di daftar tunggu. Saya pikir ini bagus untuk dikembangkan dalam rangka membantu masyarakat dan peserta JKN," tandasnya.

Daeng mengungkapkan program digitalisasi pelayanan kesehatan melalui Mobile JKN yang dikembangkan BPJS Kesehatan akan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

“Contohnya dengan adanya antrean online, kini masyarakat tak perlu lagi lama mengantre di fasilitas kesehatan, cukup dengan membuka Mobile JKN maka peserta akan tahu nomor antrean dan bisa datang mendekati pemanggilan nomor antreannya,” jelasnya.

Selain itu, tambah Daeng dengan antrean online akan mengurangi risiko tertular atau terpapar penyakit lain karena tidak perlu berlama-lama mengantre di fasilitas kesehatan. "Harus menunggu terlalu lama di faskes akan berpeluang terpapar atau tertular penyakit," katanya.

Dalam sistem antrean online, peserta dapat melakukan pendaftaran pelayanan kesehatan di FKTP tanpa datang langsung ke FKTP, pendaftaran (pengambilan nomor antrean) dapat dilakukan dari rumah melalui aplikasi Mobile JKN. Nomor antrean peserta dapat diketahui sehingga peserta dapat memprediksi waktu kunjungan ke FKTP. Saat mendaftar peserta juga dapat menuliskan keluhan penyakitnya sehingga FKTP dapat terinformasi lebih awal terkait kondisi peserta.

Daeng juga mengungkapkan, FKTP juga harus meningkatkan kompetensinya dalam menjalankan program promotif dan preventif. Menurutnya, justru kehadiran Program JKN-KIS sudah sangat baik karena menfasilitasi program edukasi kesehatan masyarakat.

“Lewat JKN ini ada program-program promotif preventif misalnya melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) itu akan membantu supaya risiko untuk menjadi penyakit tidak menular (PTM) bisa dikurangi. Namun program-program ini juga harus dimitigasi apa saja yang perlu dilakukan perbaikan agar efektif," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Klinik Bunga Melati Doni mengungkapkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peserta JKN-KIS yang terdaftar di kliniknya untuk memanfaatkan Mobile JKN.

“Target kami 2 bulan ke depan seluruh peserta sudah men-download aplikasi ini, karena manfaatnya sangat terasa memberikan kemudahan pada pasien kami,” kata Doni.[]