Semarang, Jamkesnews – Dalam rangka menyemarakkan Hari Kesehatan Nasional dan Hari Diabetes Sedunia, BPJS Kesehatan dan seluruh FKTP di Kota Semarang dan Kabupaten Demak menggelar kegiatan Skrining Kesehatan Serentak Penyakit Kencing Manis (RINTA MANIS) bagi peserta JKN-KIS, Senin (22/11). Peserta JKN-KIS dapat memanfaatkan pelayanan RINTA MANIS yang meliputi pemeriksaan Gula Darah Puasa (GDP) dan Gula Darah Post Prandial (GDPP) di seluruh dokter keluarga, klinik, serta laboratorium mitra BPJS Kesehatan sampai dengan tanggal 10 Desember 2021 mendatang.

“Untuk mengetahui seseorang mengalami diabetes atau tidak, selain melihat gejala juga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Oleh karena itu, pastikan kartu Anda selalu aktif, dan silahkan datang ke FKTP tempat Anda terdaftar,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Andi Ashar.

Andi menjelaskan, RINTA MANIS ini bertujuan mendeteksi secara dini peserta JKN-KIS yang berpotensi diabetes  mellitus dan hipertensi, mengingat kedua penyakit ini memiliki keterkaitan yang erat. Secara mudah penyakit diabetes melitus akan meningkatkan jumlah total cairan dalam tubuh, menurunkan kemampuan pembuluh darah untuk meregang, dan cara tubuh memproduksi dan menangani insulin sehingga cenderung meningkatkan tekanan darah.

Di Kota Semarang dan Kabupaten Demak, peserta JKN-KIS yang terdiagnosa mengalami hipertensi mencapai 178.526 peserta sedangkan diabetes mellitus sebanyak 43.921 dan yang telah tergabung dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) diabetes mellitus sebanyak 29.316 peserta dan hipertensi 15.491 peserta.

“Angka peserta yang terdiagnosa ini cukup tinggi. Harapan kami, peserta yang terdiagnosa diabetes melitus dan hipertensi ini dapat segera bergabung dalam klub Prolanis agar pengobatan dapat dilakukan lebih dini dan angka komplikasi bisa ditekan,” tambah Andi.

Dokter dari Klinik Permata Sehat, Yetti Nastuti yang juga melaksanakan pemeriksaan gula darah bagi peserta JKN-KIS ini menceritakan jika kliniknya sebelumnya telah melaksanakan pelayanan pemeriksaan gula darah di bulan Oktober. Peserta dapat menghubungi FKTP masing-masing agar didata oleh petuas dan dilanjutkan penjadwalan pemeriksaan.

“Peserta yang akan melakukan tes GDP dan GDPP diharapkan setelah jam 10 malam sudah berpuasa, jangan lupa membawa kartu JKN-KIS dan tanda pengenal saat daftar ulang. Pasien saya sangat antusias tentunya dengan adanya program ini,” kata Yetti.

Yetti juga menegaskan bahwa masyarakat usia muda ikut deteksi diabetes melitus sedini mungkin, tidak hanya orang yang sakit namun yang sehat itu perlu. Bahkan lebih bagus jika dimulai saat usia remaja, mengingat diabetes mellitus  bisa berkaitan dengan faktor keturunan, obesitas dan pola hidup yang kurang sehat. (ma/hm)