Bandung, Jamkesnews – BPJS Kesehatan Cabang Bandung turut memberikan pemahaman pentingnya Program JKN-KIS kepada seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) untuk perkuliahan Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Komunitas IV Tahun Akademik 2021/2022, pada Senin (22/11).

Kegiatan ini menjadi kesempatan yang baik bagi BPJS Kesehatan untuk memberikan pemahaman dan edukasi terkait Program JKN-KIS kepada calon tenaga medis yang sudah dapat dipastikan nanti akan berkontribusi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS di masa depan.

“Adik-adik lulusan FK Unisba ini akan terjun langsung memberikan pelayanan kepada peserta JKN-KIS kedepannya. Bukan tanpa alasan, kepesertaan JKN-KIS saat ini sudah lebih dari 226 juta jiwa dan telah bekerja sama dengan 27.355 fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun tingkat lanjutan se-Indonesia. Untuk itulah, kita perlu menyampaikan gambaran terkait program JKN-KIS secara menyeluruh, apa saja yang telah di mandatkan regulasi. Harapannya, adik-adik ini nanti akan menjadi tenaga medis yang handal dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung, Muhammad Fakhriza.

Fakhriza juga menyampaikan bahwa konsep Program JKN-KIS berlandaskan asuransi sosial, artinya program ini dikelola untuk kesejahteraan masyarakat. Prinsip gotong royong juga sangat ditekankan dalam pembiayaan Program JKN-KIS atau yang disebut sharing, artinya peserta yang mampu membantu yang kurang mampu, dan peserta yang sehat membantu yang sakit.

“Selain sharing, Program JKN-KIS juga prinsipnya compliance dan protection. Kepesertaan JKN-KIS sifatnya wajib bagi seluruh warga, oleh karena itu sudah seharusnya patuh terhadap regulasi atau compliance. Sedangkan sebagai protection, warga dapat terlindungi saat sakit dan terhindar dari biaya mahal. Semoga konsep ini dapat selalu dipahami, tidak hanya bagi adik-adik yang nantinya akan memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga oleh masyarakat secara keseluruhan,” jelasnya.

Antusiasme mahasiswa sangat tinggi dalam perkuliahan tersebut. Hal ini terlihat dari banyaknya yang bertanya seputar program JKN-KIS, salah satunya Nabila R. Menurutnya, saat ini masih banyak masyarakat yang memahami prinsip JKN-KIS sama dengan asuransi pada umumnya. Dikarenakan peserta telah rutin membayar iuran JKN-KIS setiap bulan, sehingga terkadang alur pelayanannya pun masih belum sesuai dengan ketentuan.

“Terkait adanya peserta yang meminta rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut bukan karena indikasi medis namun atas permintaan sendiri, kami perlu belajar bagaimana cara meluruskan pemahaman masyarakat yang seperti ini. Dengan adanya materi yang disampaikan, kami menjadi paham prinsip dasar penyelenggaraan program JKN-KIS, agar nantinya setelah benar-benar terjun melayani masyarakat, sudah ada bekal. Semoga narasumber dari BPJS Kesehatan dapat terus mengisi perkuliahan seperti ini,” tutup Nabila. (rm)

Trending News

MEDIA SOSIAL RESMI