Metro, Jamkesnews - Dalam rangka deteksi dini kanker serviks, BPJS Kesehatan Cabang Metro bersama dengan Pemerintah Kota Metro menggelar kegiatan Pemeriksaan Pap Smear secara gratis bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Senin (11/10).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Metro itu dihadiri oleh Walikota Metro, Ketua TP PKK Kota Metro, Ketua YKI Kota Metro, Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro dan Kepala Laboratorium Prodia Provinsi Lampung.

“Kanker leher rahim atau dikenal juga dengan kanker serviks merupakan penyakit yang memiliki jumlah kasus tertinggi kedua setelah kanker payudara. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa jumlah penyandang kanker leher rahim bertambah sekitar 500.000 orang setiap tahunnya di seluruh dunia”, ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Metro, Wahyudi Putra Pujianto.

Wahyudi menjelaskan bahwa kesadaran bagi seluruh masyarakat, khususnya bagi para wanita untuk menjalani pemeriksaan ini masih rendah. Hal inilah yang mendorong BPJS Kesehatan untuk memperluas cakupan skrining, khususnya untuk skrining deteksi dini kanker leher rahim melalui pemeriksaan Papsmear demi mencegah peningkatan angka penyandang kanker leher rahim di masa mendatang.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Metro, Wahdi mengapresiasi langkah yang diinisiasi oleh BPJS Kesehatan Cabang Metro untuk mengadakan skrining Pap Smear secara gratis bagi peserta JKN-KIS. Dirinya berharap dukungan dan sinergi seluruh stakeholder terus diperkuat sehingga bisa meningkatkan taraf kesehatan yang tinggi bagi masyarakat Kota Metro dan menciptakan kualitas hidup yang sehat bagi warga Kota Metro.

“Perilaku hidup sehat harus kita terapkan, salah satunya dengan kontrol kesehatan seperti Papsmear maupun cek gula darah untuk mencegah penyakit yang lebih besar”, tutup Wahdi. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti menyampaikan harapan dari kegiatan ini dapat timbul kesadaran dan kepedulian dari masyarakat terutama dalam mengendalikan risiko kanker dan deteksi dini kanker sehingga diharapkan angka kematian akibat kanker serviks dapat ditekan.

“Rangkaian kegiatan ini meliputi promotif, preventif, deteksi dini, dan tindak lanjut, sehingga dapat mewujudkan masyarakat hidup sehat dan berkualitas”, tutur Erla.

Lebih lanjut, Kepala Laboratorium Prodia Provinsi Lampung, Andhy Nur Prasetiyo menyampaikan mekanisme pemeriksaaan dengan hasil yang akan diketahui pada 1 (satu) minggu kemudian.

“Dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker serviks sebetulnya paling mudah dicegah dan dideteksi. Caranya dengan melakukan deteksi dini dan pemberian vaksinasi. Pemeriksaan Papsmear merupakan metode pemeriksaan sederhana yang memiliki tingkat akurasi tinggi, aman, serta nyaman bagi pasien”, ungkap Andhy. (FR/be)