Surabaya, Jamkesnews – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) berikan bantuan jaminan kesehatan kepada 7700 anak yatim piatu yang korban pandemi Covid-19. Bantuan yang diberikan langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta kepada BPJS Kesehatan.

"Ada 7.700 anak-anak yang menjadi yatim piatu di seluruh Jawa Timur karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19. Pelayanan kesehatan 7.700 anak ini akan dibayarkan melalui biaya rumah sakit sebesar Rp 2,2 miliar. Sehingga anak ini akan mendapatkan pelayanan kesehatan dengan kartu BPJS Kesehatan," ujar Nico dalam kegiatan Pelayanan Kesehatan (Yankes) Luar Biasa di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, pada Jumat (8/10).

Selain itu, seluruh anak yatim ini akan diberikan kartu Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) prioritas. RSB Prioritas ini merupakan asuransi tambahan yang dikelola sendiri oleh RSB. Sehingga nanti anak-anak ini bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dari RSB, termasuk pelayanan home care atau datang ke rumah.

“Ini sesuai dengan program bapak Kapolri dalam mewujudkan Polri yang presisi," ucap Nico saat memberi sambutan dalam kegiatan yang diikuti oleh seluruh Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Polri jajaran Jatim ini.

Lebih lanjut mengenai pemberian bantuan iuran, Nico mengapresiasi sinergitas antara Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, dan Polda Jatim dalam menjaga masa depan anak-anak yatim piatu korban Covid-19. Ia menjelaskan pemberian ini akan dilanjutkan dengan penandatanganan MOU dengan BPJS Kesehatan.

“Saya juga mengapresiasi tadi ada kerja sama dengan BPJS. Kami akan melakukan beberapa MoU, yang akan direncanakan Kabiddokkes, sehingga landasan normatif yuridisnya ada sebagai langkah untuk kedepannya,” tambah Nico.

Di lain sisi, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Timur I Made Puja Yasa juga mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Polda Jatim. Menurut pria yang akrab disapa Puja ini, kegiatan pemberian donasi iuran jaminan kesehatan bisa menjadi contoh baik dan mendorong institusi lain untuk memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau kegiatan filantropis lain.

“Saya berharap agar semangat memberi ini menular secara positif kepada institusi-institusi lain yang juga merupakan stakeholder BPJS Kesehatan. Ini bisa menjadi sebuah langkah kecil untuk mengamankan masa depan anak-anak yatim piatu atau golongan masyarakat lain yang terdampak Covid-19,” ujar Puja. (ar/ar)

Trending News

MEDIA SOSIAL RESMI