Purwokerto, Jamkesnews – BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kader JKN secara online untuk memantau dan mengevaluasi capaian kinerja Kader JKN, Kamis (07/10). Kegiatan ini diikuti oleh 84 orang Kader JKN dari Kabupaten Banyumas, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Purbalingga yang bertujuan untuk memberikan feedback kinerja Kader JKN, juga sebagai sarana membangkitkan semangat kerja kader JKN dan memberikan update informasi terkait Program JKN-KIS.

Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto, Muthmainnah Hayati mengatakan Kader JKN merupakan orang yang memiliki kapasitas sesuai dengan kriteria dan direkrut oleh BPJS Kesehatan untuk melakukan beberapa tugas fungsi, antara lain fungsi rekrutmen peserta, fungsi collecting dan pengingat pembayaran iuran, serta fungsi sosialisasi, pemasaran sosial dan pendampingan pelayanan.

“Dalam rangka memberi apresiasi dan motivasi para Kader JKN atas upaya meningkatkan kesadaran membayar iuran peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) menunggak, maka BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto rutin melakukan kegiatan ini secara periodik,” kata Muthmainnah.

Kader JKN dipastikan selalu mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 saat melakukan kegiatan kunjungan dan edukasi secara langsung kepada peserta binaannya. Kunjungan atau edukasi ini juga dilakukan melalui media komunikasi yang ada secara intens untuk memastikan peserta binaan memahami hak dan mematuhi kewajibannya sebagai peserta JKN-KIS.

“Tingkat kunjungan Kader JKN ke keluarga peserta binaan dan tingkat tunggakan iuran yang terkumpul dari hasil kunjungan tersebut terus mengalami peningkatan setiap bulannya. Sampai dengan bulan September, dari 84 orang Kader JKN yang terdaftar merupakan Kader JKN aktif, artinya kader tersebut menjalankan aktivitas sesuai fungsinya,” ujar Muthmainnah.

Salah satu Kader JKN di BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto, Ali Sucipto mengatakan bahwa dirinya terus semangat untuk menjadi Kader JKN terbaik. Ali mengatakan setiap hari dirinya menjadwalkan secara rutin berkunjung ke peserta binaan untuk memberikan pemahaman tentang kepesertaan Program JKN-KIS dan kewajiban membayar iuran.

“Saya memberikan pemahaman bahwa kepesertaan JKN-KIS harus dalam kondisi aktif agar dapat digunakan sewaktu-waktu karena kita tidak pernah tahu kapan kita membutuhkan jaminan perlindungan kesehatan. Selain itu saya juga menyampaikan tentang Aplikasi Mobile JKN, apabila ada peserta yang tidak dapat mengakses, saya akan berikan informasi selengkapnya sampai peserta tersebut bisa menggunakan aplikasi Mobile JKN,” ucap Ali.

Ali juga mengatakan tak lupa dirinya memberikan informasi terkait Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA), dan BPJS Kesehatan Care Center 165 yang dapat digunakan untuk peserta JKN-KIS yang ingin mendapatkan pelayanan kepesertaan tanpa perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan. (ma/vo)