Blora, Jamkesnews - BPJS Kesehatan Cabang Pati memperkuat koordinasi dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) guna persiapan rekredensialing tahun 2021 yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 ini, Kamis (07/10).

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Pati, Ika Wulan mengatakan rekredensialing adalah proses seleksi ulang terhadap pemenuhan persyaratan dan kinerja pelayanan bagi fasilitas kesehatan (faskes) yang telah dan akan melanjutkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Di tengah pandemi Covid-19, kami akan tetap melakukan rekredensialing dengan seoptimal mungkin baik online maupun offline. Bagi calon FKTP baru atau FKTP yang memiliki nilai indikator kepatuhan terhadap kontrak yang rendah, kami mengutamakan rekredensialing offline,” ujar Ika.

Ika menambahkan sesuai dengan Permenkes Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Menteri Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional bahwa persyaratan yang harus dipenuhi bagi FKTP dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu dokter perorangan, Puskesmas dan Klinik Pratama.

“Bagi dokter perorangan harus memiliki SIP, NPWP, perjanjian kerja sama dengan laboratorium, apotek dan jenjaring lainnya, surat pernyataan kesediaan mematuhi ketentuan yang terkait  dengan JKN-KIS serta bukti pelaporan pengukuran indikator nasional mutu pelayanan kesehatan. Sedangkan bagi Puskesmas dan Klinik Pratama syarat tersebut ditambahkan SIPA bagi apoteker, SIK bagi tenaga kesehatan dan sertifikat akreditasi,” ucap Ika.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Pati, Saefudin Jamil mengungkapkan harapannya pada proses rekredensialing yang dilakukan ini agar calon faskes yang akan mengajukan kerjavsama untuk dapat mempersiapkan semua persyaratannya dengan baik.

“Kemudian untuk fasilitas kesehatan yang sudah kerja sama setelah dilakukan rekredensialing supaya hasilnya dapat disampaikan ke asosiasi kembali,” ucap Jamil.

Pada tahun 2021, terdapat 64 FKTP yang melayani peserta JKN-KIS di wilayah Blora, yaitu 26 Puskesmas, 18 dokter perorangan, 13 klinik pratama, 5 dokter gigi, 1 faskes TNI, serta 1 faskes Polri. Sementara kebutuhan perluasan FKTP yang diharapkan guna kemudahan akses pelayanan bagi peserta JKN-KIS, perlu penambahan 22 dokter umum dan 5 dokter gigi di 11 Kecamatan Kabupaten Blora.

“Harapan kami dari proses rekredensialing nantinya adalah dukungan dari seluruh stakeholder dalam menjaga mutu pelayanan dan kemudahan akses layanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS serta pelayanan kesehatan yang setara di seluruh FKTP kerja sama,” tutur Ika. (ma/lz)