Probolinggo, Jamkesnews - BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan menyerahkan bantuan berupa 100 unit oximeter dan 1000 buah masker KN-95 kepada tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Probolinggo, Jawa Timur sebagai bagian dari program Organization Social Responsibility (OSR). Kepala Kantor Kota Probolinggo, Eny Supriyatna, mengatakan meskipun dengan jumlah yang terbatas, dirinya berharap pemberian paket alat medis ini tidak mengurangi manfaat bagi tenaga kesehatan di wilayahnya.

“Adanya kolaborasi seperti ini sangat diperlukan dalam menghadapi situasi sulit saat pandemi,” katanya pada Rabu (15/09).

Ia menambahkan, atas nama organisasi, pihaknya turut berterima kasih dengan kebaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo yang telah menyukseskan capaian Universal Health Coverage (UHC) bagi warganya sejak September 2019 silam.

“Pemkot Probolinggo sendiri sudah sangat peduli dengan mengalokasikan anggaran khusus untuk warganya, sehingga tidak ada lagi yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan karena sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat),” imbuhnya.

Dari sini, kata dia, pihaknya melihat bahwa tenaga kesehatan harus ikut diperjuangkan dengan diberikan alat medis untuk melindungi diri sehingga maksimal dalam mengobati warga yang membutuhkan penanganan.

“Ini hanya satu contoh kebaikan dari kolaborasi yang muaranya akan bareng-bareng kita nikmati. Pemkot Probolinggo sudah luar biasa bagi warganya dan BPJS Kesehatan siap mendukung dari sisi yang berbeda. Semoga kolaborasi semacam ini terus berlanjut di lain kesempatan dan pandemi Covid-19 cepat hilang,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ninik Ira Wibawati selaku Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Probolinggo mengatakan, atas nama Pemerintah, Dinas Kesehatan, RSUD hingga tenaga kesehatan Kota Probolinggo mengucapkan terima kasih atas dukungan BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan dalam program OSR ini.

“Ada masker dan oximeter yang semuanya akan bermanfaat bagi kebutuhan teman-teman nakes di lapangan,” terangnya.

Ia mengatakan, dalam kondisi pandemi saat ini, semua tahu bahwa beberapa kebutuhan alat medis dan obat-obatan sempat mengalami kelangkaan bahkan kenaikan harga hingga berkali lipat.

“Hal ini turut menyulitkan tim medis di beberapa fasilitas kesehatan dalam menangani pasien, apalagi jumlah orang terkonfirmasi positif dan meninggal dunia sempat naik dua bulan kemarin,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, dukungan yang diberikan oleh pihak BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan ini sangat membantu bagi teman-teman nakes yang bekerja di garda terdepan.

“Mereka sudah seperti pahlawan masa kini yang telah mengorbankan waktu, keluarga, bahkan nyawanya untuk menyelamatkan banyak pasien. Apresiasi yang setinggi-tingginya patut kita berikan kepada teman-teman nakes sambil berharap agar pandemi segera berakhir,” ujarnya.

Disinggung terkait program JKN-KIS yang berjalan, dirinya mengapresiasi kinerja BPJS Kesehatan dalam mengelola program JKN-KIS hingga kini.

“Meskipun beberapa kali mendengar tentang keluhan pelayanan, namun saya meyakini ke depan akan terus membaik. Ini menjadi tugas bersama, tidak hanya BPJS Kesehatan sendiri tapi para stakeholder dan masyarakat pada umumnya. Semuanya harus bekerja sama agar program yang sudah berjalan sekarang bisa terus berkelanjutan dan kualitasnya senantiasa membaik,” katanya.

Menurutnya, lewat program OSR seperti ini akan jadi penguat dalam menyatukan visi di tengah masa sulit saat pandemi.

“Hal ini karena anggaran Pemkot Probolinggo sebenarnya terfokus dalam tiga hal, seperti penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi, dan program jaring pengaman sosial,” bebernya.

Terkait sisi kesehatan, pihaknya memang membutuhkan banyak sekali sumber daya sehingga dukungan semacam ini akan membantu sekali.

“Semoga BPJS Kesehatan jaya selalu dan perjalanan JKN-KIS bisa terus maju,” harapnya.

Pernyataan senada juga disampaikan Husnul Rofiq selaku Tenaga Kesehatan di Puskesmas Sukabumi, Kota Probolinggo yang mengatakan, jika timnya sudah sangat lama berjuang dengan keadaan seperti ini (pandemi COVID-19) dan tidak tahu kapan akan berakhir.

“Dengan bantuan alat medis seperti masker dan oximeter ini akan membantu sekali dalam menegakkan diagnosa dini pada awal observasi. Kami berharap kasus dua bulan kemarin tidak terulang lagi karena memang saat itu adalah masa-masa sulit bagi tim kami dan mungkin jadi kekhawatiran buat masyarakat,” ungkapnya.

Pemberian masker ini, kata dia, akan dimanfaatkan sebaik mungkin dan ketersediaan oximeter akan ikut dijaga.

“Terima kasih BPJS Kesehatan. Pemberian ini tentu jadi bahan bakar semangat kami untuk terus berjuang di garda terdepan,” tukasnya. (ar/vn)