Nias, Jamkesnews – Guna memastikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) telah terdistribusi tepat sasaran dan diterima langsung oleh masyarakat khususnya Peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), BPJS Kesehatan Kantor Cabang Gunungsitoli melakukan kegiatan spot check pada Selasa (14/09).

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP) BPJS Kesehatan Kantor Cabang Gunungsitoli, Risti Harahap mengungkapkan spot check yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memastikan kartu kepesertaan JKN-KIS telah diterima dengan baik dengan cara mendatangi langsung rumah Peserta PBI door to door.

“Tim hari ini melakukan spot check di Desa Umbu, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias. Selain memastikan kartu JKN-KIS telah diterima dengan langsung oleh peserta yang bersangkutan, tim spot check juga harus memastikan data yang tercantum dalam kartu JKN-KIS telah sesuai dengan e-KTP peserta,” ujar Risti.

Di samping itu, Risti menambahkan pihaknya juga memberikan informasi tentang alur pelayanan kesehatan hingga kanal layanan non tatap muka, seperti aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, Chat Assistant JKN (CHIKA) hingga Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA). Risty menambahkan bahwa peserta JKN-KIS masih bisa mengakses layanan kepesertaan di kantor cabang. Dengan terus menerapkan protokol kesehatan, namun pihaknya tetap mendorong peserta untuk mengakses layanan kepesertaan melalui digital guna mengurangi adanya kontak fisik.

“Masa pandemi yang belum selesai ini, seluruh pihak diminta untuk patuh dengan protokol kesehatan. Menerapkan protokol kesehatan bukan hanya untuk melindungi kesehatan Duta BPJS Kesehatan, namun juga menjaga kesehatan Peserta JKN-KIS agar tidak perlu merasa khawatir saat menerima layanan administrasi dari petugas,” tegas Risti.

Risti mengimbau kepada warga untuk segera melaporkan ke BPJS Kesehatan apabila terjadi perubahan data kependudukan seperti kematian, kelahiran, serta perubahan susunan keluarga karena pernikahan dan lainnya, serta peserta yang belum mendapatkan kartu atau terjadi kesalahan pada identitas diri.

Rosiati Waruwu (60), Peserta JKN-KIS mengapresiasi BPJS Kesehatan yang berkunjung ke desa-desa guna memastikan kartu JKN-KIS telah sampai kepada peserta dengat tepat. Menurutnya upaya ini sangat membantu peserta JKN-KIS dalam memastikan kartu yang dipegang oleh peserta dalam kondisi dapat digunakan.

“Desa kami merupakan salah satu desa yang jauh dari kota, butuh waktu dan upaya untuk berkunjung ke sini. Tentunya upaya dari BPJS Kesehatan sangat kami apresiasi. Di sisi lain, dengan kedatangan BPJS Kesehatan ke rumah saya, membuat saya tahu status kepesertaan yang saya miliki dalam keadaan aktif dan dapat digunakan untuk berobat,” tutup Rosiati sambil tersenyum lega. (HA/ty)