Aceh Barat Daya, Jamkesnews - BPJS Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Daya lakukan pemaparan terkait fungsi dan implementasi aplikasi Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP) kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pada Kamis (09/09).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Puskesmas, klinik kesehatan TNI, Polri termasuk klinik kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan ini bertujuan untuk menjelaskan kembali tatacara penggunaaan aplikasi SIPP tersebut.

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Abdya, Yumiarti mengatakan dalam kegiatan itu pihaknya mengundang seluruh kepala Puskesmas, petugas penanganan pengaduan di Puskesmas dan pelaku klinik kesehatan. Para peserta dalam kegiatan itu diberikan pemahaman terkait dasar hukum, fungsi dan implementasi SIPP, fungsi permintaan informasi dan penanganan pengaduan (PIPP) di FKTP serta pemanfaatan aplikasi SIPP.

“Sejumlah materi itu disampaikan langsung oleh Hafiz Fiqi Delimizar dari BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh. Hal itu penting untuk dijelaskan agar kepuasan peserta terhadap layanan FKTP semakin meningkat bahkan upaya itu juga didukung oleh aplikasi SIPP,” ujar Yumiarti.

Yumiarti menambahkan, tujuan implementasi PIPP di FKTP tentunya demi meningkatkan kepuasan peserta melalui efektivitas proses pemberian informasi dan penanganan pengaduan peserta di FKTP, meningkatkan sinergi kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan FKTP dalam upaya peningkatan pelayanan kepada peserta, serta pengendalian atas perbaikan yang telah dilakukan. Pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan pemberian informasi termasuk penanganan pengaduan.

Untuk memastikan informasi penanganan pengaduan peserta, informasi di-input ke dalam aplikasi SIPP. SIPP merupakan sebuah kanal dimana informasi yang disampaikan kepada peserta dan penanganan pengaduan yang dilakukan serta diintegrasikan dalam sebuah sistem, sehingga dapat terdokumentasikan dengan baik.

Manfaatnya lainnya terkait dengan adanya PIPP di FKTP adalah untuk memudahkan proses pengaduan yang dihadapi oleh peserta. Besar harapan dengan terbukanya informasi ini, pelayanan yang diberikan semakin meningkatkan angka kepuasan peserta.

Melalui pertemuan tersebut Yumiarti juga berharap peserta dapat memanfaatkan aplikasi Mobile JKN dan peserta dapat lebih mengoptimalkan kemudahan layanan khususnya terkait informasi dan penanganan pengaduan Program JKN-KIS. Apabila terdapat permasalahan atau keluhan tentang administrasi kepesertaan dan pelayanan lainnya di fasilitas kesehatan dapat segera ditangani atau direspon dengan cepat.

Lebih lanjut Yumiarti menjelaskan bahwa sosialisasi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan informasi tentang aplikasi Mobile JKN dan aplikasi SIPP, serta memperkuat fungsi PIPP di setiap Puskesmas dan klinik kesehatan dalam rangka memudahkan peserta untuk mendapatkan informasi dan pelayanan program JKN-KIS.

“Salah satu fokus utama BPJS Kesehatan sebagai lembaga pelayanan publik adalah kepuasan peserta. Maka dari berbagai kemudahan terus dihadirkan sehingga layanan kesehatan yang diterima peserta juga semakin bagus,” pungkas Yumiarti.

Dalam kesempatan yang sama, Husnaniar yang merupakan Kepala Puskesmas Alue Pisang turut antusias bertanya terkait penggunaan aplikasi SIPP terhadap kartu peserta JKN-KIS yang melakukan persalinan.

“Banyak kejadian peserta yang melakukan persalinan dengan kondisi kartu aktif namun kemudian kartunya nonaktif,” tanya Husnaniar.

Setelah dijelaskan oleh petugas yang bersangkutan, Husnaniar mengaku menjadi lebih terinformasi dengan jelas terkait penggunaan aplikasi SIPP. (HA/pm)

Trending News

MEDIA SOSIAL RESMI