Jayapura, Jamkesnews - BPJS Kesehatan Cabang Jayapura melakukan sosialisasi sistem antrean online kepada Petugas P-Care di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Kota Jayapura, Kamis (15/07). Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Djamal Adriansyah menyampaikan bahwa sosialisasi ini dilakukan guna untuk memberikan pemahaman kepada petugas di fasilitas kesehatan agar disampaikan kepada peserta yang datang berobat untuk mempermudah pelayanan kepada peserta JKN-KIS.

"FKTP turut andil untuk mempermudah layanan melalui aplikasi Mobile JKN Faskes, sehingga peserta dapat melakukan konsultasi online melalui aplikasi Mobile JKN pada menu konsultasi dokter tanpa harus datang ke FKTP," katanya.

Ia berharap, sistem antrean online yang berjalan turut menjawab keresahan masyarakat akan kemudahan yang sudah lama mereka butuhkan. Terlebih hadirnya sistem ini sangat sesuai dengan kondisi pandemi Covid-19 yang membatasi mobilitas. 

“Manfaat dari sistem antrean online ini adalah kecepatan dan kepastian layanan. Sistem ini dapat mempersingkat waktu layanan peserta dengan mobilitas tinggi,cukup diakses di aplikasi Mobile JKN di smartphone, peserta tidak perlu khawatir untuk memastikan waktu datang mereka demi menghindari kerumanan. Pada menu pendaftaran pelayanan, para peserta bisa melihat nomor antrean, sisa antrean, jumlah antrean, hingga estimasi waktu peserta tersebut dipanggil untuk menerima pelayanan. Pengambilan nomor antrean dapat dilakukan dari rumah melalui aplikasi Mobile JKN melalui menu pendaftaran pelayanan,” kata Djamal.

Salah satu Dokter Praktek Perorangan (DPP), Kamelia Busran menyampaikan bahwa sistem antrean online ini sangat bermanfaat bagi FKTP dan peserta JKN-KIS karena sistemnya sudah menggunakan teknologi yang user friendly.

"Pada saat pandemi Covid-19 saat ini sudah sangat baik BPJS Kesehatan menghadirkan inovasi antrean online ini, sehingga tidak terjadi kerumunan pasien di fasilitas kesehatan dan juga untuk mempercepat pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Dalam implementasinya dibutuhkan komitmen dari seluruh fasilitas kesehatan dalam melaksanakan sistem ini, " tutur Kamelia. (jr)

Trending News

MEDIA SOSIAL RESMI