Tegal, Jamkesnews - BPJS Kesehatan Cabang Tegal melakukan pertemuan secara daring dengan farmasi Puskesmas di wilayah Kabupaten Brebes, Rabu (07/07). Acara ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dengan bidang farmasi Puskesmas dalam kaitannya mendukung kelancaran pelayanan obat bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang terdaftar dalam kelompok Program Rujuk Balik (PRB).

PRB merupakan salah satu program andalan BPJS Kesehatan untuk menekan angka kunjungan peserta ke rumah sakit dan meningkatkan tingkat kunjungan peserta ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Dengan terdaftar sebagai peserta PRB maka yang bersangkutan tidak perlu mendatangi rumah sakit untuk mendapatkan obat rutinnya, tetapi cukup berkunjung di FKTP untuk mendapatkan obat rutin setiap bulannya.

"Peserta PRB adalah penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih membutuhkan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang. Keberhasilan program ini tidak luput dari peran serta ruang farmasi FKTP pada pelayanan obat peserta PRB. Apabila ketersediaan obat ini berjalan lancar serta akses untuk mendapatkan obat ini mudah maka akan meningkatkan kepuasan peserta terhadap FKTP itu sendiri dan umumnya terhadap Program JKN-KIS secara keseluruhan,” ujar Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Tegal, Sekar Aji K.

Obat yang diberikan pada peserta PRB ada dua jenis yakni obat utama dan obat tambahan. Obat utama adalah obat yang diresepkan oleh dokter spesialis/sub spesialis di rumah sakit untuk indikasi yang sesuai dengan diagnosis PRB. Sedangkan obat tambahan adalah obat yang dapat diberikan bersama obat utama untuk mengatasi penyakit penyerta atau mengurangi efek samping akibat obat utama. Peresepan obat PRB maksimal untuk kebutuhan 30 hari sesuai indikasi medis.

“Dinas Kesehatan dan Puskesmas berkomitmen untuk mengoptimalkan implementasi ruang farmasi di Puskesmas aktif mulai bulan Agustus 2021. Harapannya kedepannya tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait kesulitan obat PRB ataupun kendala lainnya yang berkaitan dengan peserta program tersebut,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Sartono.

(ma/dp)

 

Trending News

MEDIA SOSIAL RESMI