Surakarta, Jamkesnews – Dalam rangka penyampaian informasi terbaru dan peningkatan pelayanan peserta dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Cabang Surakarta menggelar sosialisasi sistem antrean yang terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN, Kamis (10/06) di Surakarta. Acara ini dihadiri perwakilan 14 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang belum melakukan bridging antrean aplikasi Mobile JKN di seluruh wilayah Cabang Surakarta.

“Dalam kerja sama yang telah disepakati antara BPJS Kesehatan dengan FKRTL, salah satu indikator kepatuhan FKRTL terhadap kontrak adalah sistem antrean yang terhubung dengan aplikasi Mobile JKN. Dari 47 FKRTL yang telah bekerja sama, masih terdapat 14 FKRTL yang sudah menerapkan sistem antrean elektronik tetapi belum bridging di aplikasi Mobile JKN,” kata Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Hesti Istiyanti.

Selain indikator sistem antrean yang terhubung dengan aplikasi Mobile JKN, terdapat enam indikator lain yang menjadi indikator kepatuhan FKRTL terhadap kontrak di antaranya, updating display tempat tidur di aplikasi Mobile JKN, display tindakan operasi terhubung aplikasi Mobile JKN, tindak lanjut dan penyelesaian keluhan peserta terkait layanan kesehatan di FKRTL, indeks pemahaman fasilitas kesehatan, kepuasan peserta di FKRTL, dan rekrutmen peserta Program Rujuk Balik (PRB) mencapai 100 persen.

“Sistem antrean yang terhubung dengan aplikasi Mobile JKN membawa dampak positif baik bagi peserta maupun FKRTL. Manfaat bagi FKRTL yakni tidak terjadi penumpukan antrean pasien, FKRTL dapat mengetahui jumlah pasien yang akan datang atau melakukan booking antrean, FKRTL dapat mempersiapkan lebih dahulu berkas untuk pasien yang akan datang, dan FKRTL mendapatkan data waktu tunggu serta waktu layanan untuk evaluasi kembali,” tambahnya.

Sedangkan manfaat sistem antrean tersebut bagi peserta JKN-KIS adalah pasien mendapatkan nomor antrean dari rumah, menentukan kapan akan ke rumah sakit dan mendapatkan kepastian antrean, hingga memilih dokter. Selain itu, pasien juga mengetahui antrean yang sedang dilayani dan sisa antrean dari telepon seluler, dapat mengubah jadwal antrean apabila berhalangan hadir, dan tidak perlu lagi mengantre di admission, namun langsung datang ke poli.

“Beberapa dukungan demi kelancaran sistem antrean ini, dapat berupa dukungan perbaikan sistem teknologi informasi dan infrastruktur yang didukung oleh internal FKRTL ataupun vendor, serta dukungan manajemen untuk mengubah alur pelayanan rawat jalan apabila diperlukan,” ujarnya.

Sementara itu, Manager SIM Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, Suryanto Nugroho menyampaikan, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta merupakan salah satu rumah sakit piloting antrean online versi 2 di wilayah Cabang Surakarta. Dalam pengembangan aplikasi, web service yang akan dibuat merupakan web service 2 arah yaitu web service RS dan web service BPJS Kesehatan.

“Fokus kami sekarang adalah pelaksanaan antrean elektronik dan pengiriman waktu tunggu layanan, selanjutnya rencana kontrol pelayanan BPJS Kesehatan, dan yang terakhir Surat Eligibilitas Peserta (SEP) Elektronik. Sistem antrean terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN memudahkan pasien JKN-KIS dalam rangka mempercepat pelayanan dan mengetahui waktu tunggu layanan di FKRTL,” ujarnya. (ma/fe)