Magelang, Jamkesnews – BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Jawa Tengah dan DIY menyerahkan sertifikat kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) kepada Pemerintah Kota Magelang atas komitmennya mendukung pelaksanaan Program JKN-KIS, serta menjadi kota/kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang pertama kali mendeklarasikan UHC di atas 98%.

Jumlah kepesertaan JKN-KIS di Kota Magelang sampai dengan 4 Juni 2021 telah mencapai 99,13% atau 126.281 jiwa dari jumlah penduduk 127.394 jiwa (berdasarkan data penduduk menurut data DKB Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri RI). Dalam sambutannya, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Dwi Martiningsih mengapresiasi Pemerintah Kota Magelang yang telah mencapai kepesertaan JKN-KIS 99,13%.

"Ini menunjukkan bahwa Kota Magelang memiliki komitmen yang tinggi, dan memiliki niat yang tulus untuk menyejahterakan warganya. Program ini perlu dukungan penuh pemerintah daerah dan komitmen bersama yang tinggi untuk memastikan implementasinya berjalan lancar di lapangan," katanya. 

Dwi mengatakan pemerintah tidak menginginkan warganya yang ketika sakit tidak memiliki jaminan kesehatan. Karena itu capaian UHC ini merupakan suatu yang serius. 

Walikota Magelang, M Nur Aziz, mengatakan, capaian UHC ini patut disyukuri. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJM 2020-2024 di mana pemerintah menetapkan UHC minimal 98%.

"Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan merupakan solusi untuk menyelesaikan problem kesehatan masyarakat. Program Jaminan Kesehatan ini sangat menguntungkan bagi masyarakat. Dan ini merupakan komitmen pemerintah agar  tidak ada lagi rasa khawatir jika menghadapi masalah kesehatan, karena penduduk sudah memiliki jaminan kesehatan," ucapnya. 

Ia juga mengapresiasi Mobile JKN yang merupakan inovasi cerdas sekaligus bukti komitmen kuat dari BPJS Kesehatan untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Terlebih di masa pandemi Covid-19 sekarang ini masyarakat dianjukan untuk melakukan physical distancing dan tidak keluar rumah.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk dapat memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN secara optimal, tidak perlu susah payah datang ke kantor BPJS Kesehatan. Ayo kita download dan manfaatkan aplikasi ini sekarang juga untuk kemudahan dan kebaikan kita bersama,” katanya.

(ma/wt)