Ambon, Jamkesnews - Untuk mendorong kualitas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Provinsi Maluku, BPJS Kesehatan Cabang Ambon menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan, Jumat (11/06). Kegiatan tersebut membahas beberapa agenda, yaitu mengenai pelayanan primer di Provinsi Maluku, kepatuhan FKTP Terhadap kontrak, pemanfaatan akses pelayanan kesehatan di Provinsi Maluku mulai tahun 2016 hingga 2020, serta rasio kecukupan jumlah dokter di FKTP.

“Untuk pemanfaatan akses pelayanan kesehatan di Provinsi Maluku, total pemanfaatan kunjungan di poliklinik rawat jalan di FKTP mulai tahun 2016 hingga 2020, yaitu 2.897.123 kunjungan. Sedangkan rawat inap, totalnya 12.175 kunjungan. Rasio kecukupan dokter dengan peserta JKN-KIS di Provinsi Maluku rata-rata sudah ideal namun ada dua kabupaten yang masih kekurangan dokter. Hal ini menjadi perhatian kita bersama agar dapat melakukan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat," papar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, HS Rumondang.

Ia juga menambahkan bahwa tren angka kontak di Provinsi Maluku belum mencapai target. Dari seluruh kabupaten/kota, Kota Tual menempati angka tertinggi untuk angka kontak. Oleh karenanya, FKTP perlu didorong untuk meningkatkan angka kontak, terutama dengan kontak tidak langsung.

"Mengenai trend angka kontak, semua kabupaten/kota di Provinsi Maluku masih belum mencapai target angka kontak, targetnya 150 permil. Kami ingin menyampaikan bahwa angka kontak ini jangan terpaku pada pelayanan kontak langsung. Kami sudah membuka akses bahwa boleh dilakukan kontak tidak langsung. Pelayanan kontak tidak langsung akan dihitung sebagai pelayanan angka kontak sepanjang dimasukkan datanya di P-Care. Harapannya di masa pandemi ini pemanfaatan Mobile JKN sebagai pelayanan kontak tidak langsung bisa meningkatkan kontak dan kapitasi berbasis kinerja (KBK)," tambah Mondang.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Provinsi Maluku, Meikyal Pontoh mengatakan bahwa dalam rangka menyikapi kekurangan dokter umum dan dokter spesialis, pihaknya sudah berupaya untuk melakukan penambahan jumlah dokter.

"Kami berharap ke depan di seluruh fasilitas kesehatan ada dokter umum. Kami upayakan sejumlah rumah sakit memiliki dokter spesialis sehingga jika ada pasien yang perlu dirujuk bisa ditangani dengan baik. Mohon dinas kesehatan kabupaten/kota menyampaikan kepada kami fasilitas apa yang dibutuhkan," ujarnya. (yr)