Bojonegoro, Jamkesnews - Saat ini, teknologi informasi telah dimanfaatkan di berbagai bidang dan aspek kehidupan, diantaranya bidang kesehatan. Penerapan teknologi informasi ini membantu mendorong pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Tak ingin tertinggal dari kabupaten dan kota lainnya, Dinas Kesehatan Bojonegoro menggandeng BPJS kesehatan untuk menerapkan standarisasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) pada pelayanan kesehatan masyarakat, salah satunya adalah dengan mengimplementasikan aplikasi pencatatan pelayanan SIKDA Generik 1.4 yang telah terintregasi dengan aplikasi P-care BPJS Kesehatan.

Saat ditemui di kantornya selepas menghadiri pertemuan dengan BPJS Kesehatan, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Dwi Setyorini menjelaskan terkait digitalisasi layanan yakni antrean online dan bridging aplikasi SIKDA 1.4 dengan P-care BPJS kesehatan. Menurutnya, layanan tersebut akan diterapkan di seluruh puskesmas yang berada di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Bridging system antara SIKDA 1.4 dan P-care sudah ready, antrian online juga sudah terkoneksi SIKDA 1.4. Puskesmas akan segera diundang BIMTEK untuk menjalankan SIKDA 1.4 sedangkan antrean online sudah disosialisasikan oleh BPJS Kesehatan,” ujar Rini, sapaan akrab beliau.

Diharapkan dengan adanya digitalisasi pelayanan ini, akan meningkatkan kinerja sistem pencatatan dan pelaporan serta mampu menghasilkan informasi kesehatan yang tepat, akurat, dan up to date. Dengan ketersediaan data yang akurat, akan menciptakan ketepatan pengambilan keputusan maupun kebijakan bidang kesehatan di daerah (Evidence Based Decision Making). Selanjutnya, dalam aspek akses pelayanan Kesehatan, ketersediaan data ini, diharapkan mampu mempermudah pendaftaran, mengurangi waktu tunggu, serta mengurangi kontak fisik. Sebagai hasil akhir, kondisi tersebut akan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, meningkatkan keamanan dan kenyamanan pelanggan serta berdampak positif terhadap kepuasan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer, Arianto Hendra Prasetyo  mengatakan bahwa penerapan sistem antrean online ini dalam rangka mendukung Fokus Utama BPJS Kesehatan yang sejalan dengan arah kebijakan RPJMN 2020-2024, yakni meningkatkan akses dan kualitas pelayanan serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.

“Dalam waktu dekat, sistem antrean online ini akan diterapkan di seluruh puskesmas di Kabupaten Bojonegoro. Karena selain memberikan kemudahan bagi peserta untuk melakukan pengambilan antrean dimana saja, melalui aplikasi Mobile JKN, sistem antrian ini juga berguna bagi puskesmas untuk melakukan pengaturan antrian bagi peserta yang datang on site di Puskesmas, ditambah lagi masih banyak fitur-fitur lainnya yang sangat membantu operasional di Puskesmas,” ungkap pria kelahiran kota pahlawan (Surabaya) ini.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro bersama BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro akan saling bahu membahu untuk mengawal dan menyukseskan digitalisasi layanan, baik dari aspek sarana dan prasarana, sistem informasi serta tahapan implementasinya. (wr)