Muara Bungo, Jamkesnews – Mursidi, Sekretaris Daerah Kabupaten Bungo berkomitmen mendukung penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan bersama mengajak Para Pemangku Kepentingan untuk mensosialisasikan terkait pemahaman masyarakat dalam kepesertaan jaminan kesehatan nasional yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Hal demikian disampaikan oleh Mursidi pada saat menghadiri kegiatan Forum Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan Kabupaten Bungo di ruangan Sekretaris Daerah Kabupaten Bungo, Pada Senin,(03/05).

“Seiring dengan menjalankan tugas Pemerintah melalui Program JKN-KIS ini, diharapkan dalam kegiatan forum ini kita tidak hanya sebagai seremonial saja melainkan memang dapat menemukan benang merah dari setiap pembahasan yang diajukan oleh berbagai pihak agar terciptanya pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat. Selanjutnya agar kegiatan ini dapat dilakukan misalnya setiap triwulan sehingga kita bisa evaluasi bagaimana progress dari hasil kegiatan forum sebelumnya secara step by step,” kata Mursidi.

Neri Eka Putri, selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Muara Bungo mengatakan forum kemitraan dengan pemangku kepentingan ini bertujuan untuk menyamakan presepsi antar tiap pemangku kepentingan, membangun hubungan kemitraan yang saling mendukung dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS.

“Jumlah Peserta terhadap jumlah penduduk sampai dengan April 2021 di wilayah Kabupaten Bungo yaitu masih di angka 70.52%, jadi masih ada kurang lebih 30% dari masyarakat Kabupaten Bungo yang belum tercover baik dari Segmen PBI APBD, PBPU ataupun KP Desa. Diharapkan angaka 70,52% ini dapat dimaksimalkan agar masyarakat dapat tercover apabila sakit langsung kartunya aktif dan dapat digunakan,”ujar Neri.

Selanjutnya Neri mengungkapkan soal peningkatan mutu layanan seperti pemanfaatan dan memaksimalkan Program Rujuk Balik (PRB) untuk menekan angka kunjungan pasien ke Rumah Sakit ditengah pandemic seperti saat ini.

“Kasus Rawat Jalan Tingkat Lanjutan di Kabupaten Bungo kasus tertinggi yaitu pada penyakit kronik kecil lain-lain, seperti misalnya Hipertensi, Diabetes Melitus (DM) yang artinya tingginya jumlah pasien yang kontrol dan balik lagi ke rumah sakit untuk mendapatkan obat kronis. Hadirnya Program Rujuk Balik ini bertujuan agar peserta tidak perlu ke rumah sakit dan antre hanya untuk mengambil obat yang sama setiap bulan, dengan Program Rujuk Balik yang sering disebut PRB ini pasien dapat kontrol dan mengambil obat kronis di FKTP, FKTP diharapkan dapat siap dalam penanganan pasien kronis, kesiapan Apotek, dan ketersediaan obat-obatan juga menjadi pendukung,”tambah Neri.

Diakhir pembahasan Zulpadli, selaku Asisten Pemerintah dan Kesra Sekda Kabupaten Bungo menambahkan bahwa untuk wilayah perkecamatan yang masih rendah angka kepesertaannya agar dapat disosialisasikan terkait Program JKN-KIS ini.

“Wilayah yang disebutkan tadi sebenarnya memiliki penduduk yang lumayan banyak, saran saya kalau misalnya akan dilakukan sosialisasi kami bersedia mendampingi silahkan nanti diinfokan kapan dan di kecamatan apa. Kita mensosialisasikan kepada masyarakat terkait JKN-KIS ini agar tidak kejadian mereka mengenal program ini ketika sudah jatuh sakit saja,” kata Zulpadli.(AW/ss)