Mimika, Jamkesnews - BPJS Kesehatan Cabang Jayapura melakukan rapat koordinasi bersama Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Dan Kamoro (YMPAK) dan PT Freeport Indonesia terkait Memorandum of Understanding (MoU) pendaftaran Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Kolektif YPMAK, Selasa (27/04).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Djamal Adriansyah menyampaikan bahwa data peserta yang akan didaftarkan menjadi peserta PBPU Mandiri Kolektif YPMAK berasal dari data Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Mimika sebanyak 92.938 jiwa, kemudian dipadankan dengan data 7 suku YPMAK dan didapatkan data yang sesuai YPMAK sebanyak 67.643 jiwa.

"Lantas data tersebut dipadankan lagi dengan master file kepesertaan BPJS Kesehatan, dan didapat peserta yang belum menjadi peserta JKN-KIS sebanyak 32.181 jiwa. Ini akan kita dorong supaya bisa menjadi peserta JKN-KIS segera," ujarnya. 

Dalam rapat tersebut, Kepala Divisi Program Kesehatan YPMAK, Hengky Womsiwor mendukung sepenuhnya kerja sama ini dikarenakan penawaran yang diberikan sangat membantu rumah sakit dan Klinik Mitra Masyarakat.

“Untuk data padanan sementara menggunakan data yang ditawarkan dulu tetapi akan dicek juga data suku yang bukan YPMAK tetapi saat ini sudah diakui oleh YPMAK,”ungkap Hengky.

Konsultan YPMAK, Hanold mengungkapkan bahwa sudah sangat jelas apa yang dijelaskan BPJS Kesehatan terkait hak dan kewajiban YPMAK. Saat ini YPMAK juga menanggung biaya transportasi peserta yang dirujuk ke luar Papua.

"Nantinya apabila sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan ada penduduk 7 suku yang harus dirujuk di luar Papua, maka YPMAK akan membantu dari sisi finansial transportasi mengingat BPJS Kesehatan hanya menanggung indikasi medis,” katanya. (TR/jr)

Trending News

MEDIA SOSIAL RESMI