Jambi, Jamkesnews - Untuk meningkatkan komitmen layanan yang sudah disepakati dalam perjanjian kerja sama dengan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), BPJS Kesehatan Cabang Jambi mengadakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan Rumah Sakit (PIPP RS) Senin (19/04).

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta M. Adithia Hangga menyebutkan, tujuan dari kegiatan ini adalah Petugas PIPP RS mampu menjelaskan dan memberikan informasi dengan baik seputar hak dan kewajiban peserta JKN-KIS serta ketentuan pelayanan Kesehatan yang ada di rumah sakit. Selain itu untuk memberikan kemudahaan akses bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dalam mengajukan pertanyaan dan menyampaikan keluhan, sehingga kepuasan peserta terhadap layanan kesehatan meningkat.

“Peningkatan mutu pelayanan kesehatan mutlak dilaksanakan. Setidaknya ada 14 komitmen layanan yang disepakati dalam perjanjian kerja sama tahun 2021 yang mana di antaranya, tidak ada diskriminasi antara pasien umum dengan pasien JKN-KIS, meningkatkan kecepatan respon pengaduan, mendokumentasikan setiap keluhan dalam kanal yang disediakan, rutin entry data bayi baru lahir, dan lainnya,” terang Hangga

“Selain itu kami juga mengharapkan Petugas PIPP RS juga tertib dalam hal pendataan administrasi denda melalui aplikasi yang disediakan. Hal ini mengingat masih banyak ditemukan bahwa pendataan administrasi denda dilaksanakan pada injury time yakni mendekati waktu pasien akan pulan atau di hari ketiga pasien masuk,” ungkapnya.

Hangga menambahkan, berdasarkan evaluasi internal yang dilaksanakan, masih terdapat beberapa hal yang perlu dioptimalkan. Keluhan-keluhan yang seharusnya dapat diselesaikan oleh Petugas PIPP Rumah Sakit, ternyata masih melakukan konfirmasi kepada pihak BPJS Kesehatan padahal itu sudah termasuk kedalam ranah medis yang seharusnya bisa dikoordinasikan didalam internal Rumah Sakit.

Dalam pertemuan ini juga, Petugas PIPP dibekali kembali mengenai alur dan prosedur pelayanan serta informasi terbaru lainnya seputar pelayanan dalam Program JKN-KIS seperti aplikasi INSIDEN untuk peserta yang masuk rumah sakit dengan kasus kecelakaan lalu lintas, pemutakhiran aplikasi VClaim BPJS Kesehatan. Selain itu informasi yang diberikan tida satu arah dari BPJS Kesehatan saja. Petugas PIPP rumah sakit memberikan informasi terkait kebijakan rumah sakit terutama selama masa pandemi kepada BPJS Kesehatan.

Sementara itu, Petugas PIPP Rumah Sakit Baiturahim, dr. Siska Wilamdona sangat mengapresiasi penyelenggaraan acara monitoring dan evaluasi ini. Ia turut menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan komitmen dalam melayani peserta JKN-KIS.

Siska juga mengakui bahwa persoalan yang muncul di lapangan sebagian besar diakibatkan oleh kurangnya pemahaman peserta terkait alur dan prosedur pelayanan serta meminta informasi akan administrasi kepesertaan. Ia bersyukur bahwa komunikasi yang terjalin antara petugas PIPP rumah sakit dan petugas PIPP BPJS Kesehatan sangat baik sehingga respon yang diberikan sangat cepat.

“Saya dan petugas PIPP lainnya  selalu menyampaikan kepada pihak administrasi rumah rakit untuk melakukan koordinasi kepada kita terlebih dahulu untuk ketentuan yang masih kurang mereka pahami dalam melayani peserta program JKN, karena kita yang didaulat untuk mengemban tugas ini setidaknya apabila sudah tercantum dalam ketentuan maka kita yang mengambil keputusan dan memberikan solusi dan membantu menjelaskan kepada peserta ,” jelas Siska

Namun tak jarang koordinasi dengan Petugas PIPP BPJS Kesehatan juga dilakukan, terutama dalam  menangani keluhan peserta terutama terkait administrasi data peserta, serta untuk kasus-kasus yang masih belum memiliki ketentuan secara pasti yang tidak bisa diputuskan oleh dokter  atau pihak rumah sakit. (aa)