Palu, Jamkesnews – BPJS Kesehatan Cabang Palu mengadakan Pertemuan Monitoring Evaluasi (Monev) Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen (KBK) pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kota Palu triwulan I Tahun 2021. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat kantor BPJS Kesehatan Cabang Palu, Jumat (16/04).

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu yang juga sebagai Ketua Tim Monev serta dihadiri secara langsung oleh 13 Kepala Puskesmas, 2 Dokter Praktek Perorangan dan 2 pimpinan Klinik. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk  pencegahan penyebaran Covid-19.

Huzaema selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dalam sambutannya mengatakan, sinergi lintas program harus dilaksanakan agar pemenuhan target di Puskesmas dapat mudah dicapai.

“Kami berharap agar Puskesmas dapat menaikkan angka kontak ke pesertanya,” kata Huzaema.

Pada kesempatan yang sama, Wahidah selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu menyampaikan dalam pemaparannya bahwa persyaratan pemberlakuan KBK sesuai dengan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019 yaitu memiliki akses jaringan komunikasi data (Jarkomdat), telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan minimal 1 tahun serta minimal peserta terdaftar 5.000 peserta.

Wahidah juga menambahkan bahwa terdapat 3 indikator KBK yang harus dipenuhi oleh FKTP yaitu angka kontak, rasio rujukan non spesialistik dan rasio peserta prolanis terkendali.

“Kami memberikan apresiasi khususnya kepada Klinik Permata yang berhasil memenuhi ke tiga target tersebut,” ungkap Wahidah.

Menyambut apresiasi yang diberikan pada Kliniknya, Benny selaku Pimpinan Klinik Permata mengungkapkan, bahwa sebenarnya BPJS Kesehatan memberikan peluang bagi dokter-dokter yang menangani peserta JKN-KIS, tidak hanya melakukan pemeriksaan di FKTP saja, tetapi juga dapat memanfaatkan laboratorium yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, terutama kepada pasien-pasien yang punya riwayat penyakit kronis.

“Disini saya sharing ke teman-teman, untuk menjadi perbaikan layanan kita bersama kepada peserta JKN-KIS. Bukan hanya serta merta mengejar target indikator KBK dapat tercapai, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita memberikan layanan yang terbaik kepada pasien,” tutup Benny. (tm/nh)