Jayapura, Jamkesnews - Guna meningkatkan mutu pelayanan kepada Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), BPJS Kesehatan Cabang Jayapura melaksanakan monitoring dan evaluasi pelayanan primer bersama Puskesmas, Klinik Pratama, Dokter Praktek Perorangan (DPP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Kabupaten Jayapura, Rabu (14/04).

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Yuni Kendek menyebutkan bahwa evaluasi terhadap pelayanan di FKTP penting untuk dilakukan. Selain untuk melihat sarana dan prasarana yang menunjang dalam memberikan layanan terhadap peserta, evaluasi tersebut juga dilakukan untuk menilai sejauh mana tingkat kepuasan peserta JKN-KIS dalam menerima pelayanan saat mereka mengakses layanan di FKTP.

“Ini sudah menjadi kewajiban BPJS Kesehatan dalam melakukan monitoring dan evaluasi  secara rutin kepada FKTP, baik swasta maupun FKTP milik pemerintah terkait pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN-KIS,” jelasnya.

Yuni menambahkan, FKTP wajib melakukan pendataan kunjungan, baik kunjungan sehat maupun sakit ke dalam aplikasi P-Care, sehingga pelayanan primer di FKTP terekam secara maksimal. Selain itu, pimpinan FKTP juga harus memonitor klaim non kapitasi agar dapat diajukan sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditetapkan sehingga proses pembayaran dapat berjalan dengan lancar.

Bagian Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Yakoba menyampaikan bahwa ia berharap BPJS Kesehatan dapat menginformasikan kembali ke rumah sakit terkait rujukan agar rumah sakit dapat memberikan catatan atau informasi yang lebih jelas kepada peserta apakah perlu rujukan atau tidak.

“Untuk hasil evaluasi hari ini, untuk Puskesmas yang sudah memberikan pelayanan terbaik, agar semakin ditingkatkan dan untuk pelayanan juga dimaksimalkan, bagaimana masa berlaku rujukan 90 hari dan kontak tidak langsung yang dilakukan melalui telepon dapat didata. Hal-hal ini mohon dapat dimaksimalkan kembali untuk capaian yang sudah disampaikan agar terdapat peningkatan pada evaluasi selanjutnya,” tutur Yakoba. (TR/jr)